Pages

Tuesday, December 18, 2007

Ngerokok ?? Ngga’ Banget...

Udah ngga bisa dipungkiri kalo hidup dan kehidupan kita ngga bisa terlepas dari Udara kotor..Tull Ngga ?? Gimana ngga, setiap hari udara disekeliling kita selalu dipenuhi dengan berbagai macem asap, mulai dari asap pabrik, kendaraan bermotor maupun asap rokok. Nah khusus untuk asap rokok ini ya hampir tiap waktu kita jumpai dimanapun dan kapanpun, dirumah, di kantor apalagi ditempat-tempat umum lainnya. ’Coz buat sebagian orang merokok merupakan hal yang sangat menyenangkan, terlebih ketika pas lagi bengong alias ngangur, bosen atau sumpek. Merokok buat mereka bisa menjadi solusi tepat untuk menghilangkan kepenatan. Padahal seperti yang kita ketahui rokok kan berbaya banget? Apalagi buat kesehatan maupun mata pencaharian..he.he..Tapi kalo alasannya cuman buat ngilangin stress ngapain juga harus nyiksa diri buat ngisep asap yang ngga jelas manfaatnya. Mendingan refreshing ke pantai, gunung atau main game, kalo dipikir-pikir kegiatan kaya gituan jauh lebih bermanfaat dari hanya sekedar menghabiskan dengan setiap puntung rokok berjam-jam. Tapi sutrahlah..yang namanya udah kecanduan memang sulit banget buat dihilangkan. BTW (By The Way) kalo udah kaya gini pasti bakal menimbulkan resiko yang cepat lambat akan menimpa si perokok..Weleh..weleh...Udah tau bahaya tetep aja anteng ama rokok dimulutnya. Nah..sobat-sobat semua di artikel ini saya pengen banget ngebahas dampak rokok terhadap kesehatan rongga mulut. Emang apa aja sih dampak terburuknya kalo hoby ngerokok terus dibiarkan. Kelainan apa saja yang bisa timbul? Dan bangaimana solusinya?? So ?? Go It Flow !!

Akang-akang..teteh.teteh..Atao siapapun itu yang hoby negerokok, Sekedar tau aja ni ye..Rokok yang diisep tiap hari itukan mengandung berbagai macam zat yang terdiri dari 90% gas dan 10 % bahan padat. Bahan-bahan tersebut diantaranya ada Ter, Nikotin, Acrolein (akrilik aldehida) dan gas-gas beracun lainnya seperti karbon monoksida, Nitrogen Sianida dan Nitrogen Oksida. Semua bahan-bahan tersebut mempunyai efek dan dampak yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya beresiko tinggi loh untuk merusak kesehatan. Sebut aja Nikotin, zat paling banyak terdapat dalam rokok ini, jika terisap dan masuk kedalam aliran darah pada kadar tertentu dapat menimbulkan efek mual, sakit perut, muntah, sakit kepala, pusing, lemes, gangguan pendengaran dan penglihatan, bahkan pada keadaan lanjut bisa mengakibatkan tekanan darah menurun, sukar bernafas, pingsan tiba-tiba dan mungkin berakhir kematian karena kejangnya otot-otot pernapasan. Wah..serem banget ya..Sedang kan Ter adalah bahan karsinogenik yang sangat berpotensi untuk menimbulkan kangker..Hiiiii. Ada lagi yang namanya bahan Acrolein, merupakan aldehid yang dapat mengiritasi permukaan mukosa rongga mulut dan banyak lagi dampak-dampak gas beracun lainnya yang ada dalam asap rokok.

Ok Guys..masih mudeng kan? Kalo iya..ayo kita lanjutkan pembahasan berikutnya..You’re ready?

Nah..Ngomong-ngomong masalah dampak, yang namanya ngerokok sedikit banyaknya pasti berefek negatif terhadap kesehatan apalagi kesehatan rongga mulut. Emang apa aja sih penyakit-penyakit atau kelainan-kelainan pada rongga mulut yang bisa bisa kita temuin? Pertama ni ya, Ada yang namanya Hairy Tounge merupakan keadaan dimana terjadinya pemanjangan, penebalan dan pewarnaan papila-papila filiformis pada punggung lidah. Keadaan ini sering banget timbul tanpa gejala, tapi dalam kondisi yang terus dibiarkan dapat menimbulkan gatal-gatal. Kedua, Terjadinya perubahan rasa dan penciuman dimana nikotin dapat menyebabkan mati rasa reseptor-reseptor pengecap pada lidah sehingga kemampuan perokok dalam merasakan pahit, asin dan manis berkurang. So, wajar aja kalo bagi smokeholic (pecandu rokok) nafsu makan mereka jadi berkurang bahkan hilang sehingga ngga heran kalo perokok kebanyakan badannya pada kurus-kurus ya..? kacian deh.loh..Ketiga, menurut beberapa penelitian ni ye.. kalo perokok berat amat sangat beresiko untuk terkena penyakit radang gusi dan ANUG (Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis).Nah..kalo udah kaya gini gusi akan mudah sekali berdarah, mulut bau dan sering timbul sariawan dengan disertai rasa sakit yang ngga kebayang..Urghhh pokoknya ngga enak banget deh. Keempat, Kebiasaan merokok dapat menyebabkan stain (pewarnaan pada permukaan gigi), dimana asap rokok yang mengandung macem-macem zat tersebut mempel pada pemukaan gigi yang lama kelaman membuat permukaan gigi bertambah kasar. Tahhh pada kondisi ini sisa-sisa makanan agak sukar dibersihkan sehingga plak mudah sekali untuk nempel kaya prangko..(he..he..), karena males tea..akhirnya plak terus bertambah, bertambah dan akirnya menebal membentuk jigonks..hiii jorok...At least akhirnya terjadilah karang gigi yang dapat menimbulkan radang gusi. Kelima, merokok dapat menghambat penyembuhan luka, Loh..kok bisa? Ya bisalah...Gini nih ceritanya. Simak ya..!! Kita taukan kalo rokok itu mengandung banyak zat-zat beracun terutama nikotin, Nah..ketika gusi berdarah mungkin karena luka atau pasca pencabutan maka nikotin akan langsung diserap oleh dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan oto-otot halus dinding pembuluh darah mengeluarkan norepineprin akibatnya akan terjadi penyempitan pembuluh darah sehinga sirkulasi darah ke mukosa semakin berkurang yang akhirnya menghambat proses pembekuan darah. Tu kan..jadi berabeh? Masih tetep mau ngerokok?.Seterusnya yang keenam, Penyakit lain yang bisa timbul adalah Leukoplakia, secara klinik terlihat seperti bintik-bintik putih pada permukaan gusi dan mukosa pipi. Bintik-bintik tersebut adalah lapisan tipis berwarna putih, halus, sedikit menebal, membentuk parit kecil dan bertekstur keras. Para ahli patologi percaya kalo leukoplakia mempunyai potensi untuk mengarah pada keganasan sehingga untuk memastikan kondisi tersebut sering kali dilakukan tes biopsi. Nah yang terakhir nih ya sedikit menyeramkan , ternyata rokok dapat mengakibatkan kangker yaitu kantong keering eh..salah tapi bener juga deng. Maksud sebenernya adalah bahwa menurut penelitian, Ter Tembakau yang berasal dari rokok setelah dilakukan percobaan pada tikus, tupai dan anjing dapat menyebabkan karsinoma dan sarcoma (sejenis kangker ganas lah). Kangker ini mampu berkembang dan menyebar secara cepat. Dilaporkan bahwa sekitar 15000 kasus baru kangker oropharingeal terjadi setiap tahunnya di AS. Lebih kurang 90 % dari pasien tersebut menderita kangker mulut. Telah diteliti juga bahwa semua bentuk tembakau mengandung zat-zat yang dapat mengarah pada timbulnya kangker mulut. Dilaporkan bahwa resiko kematian karena kangker mulut pada perokok adalah empat kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak merokok. Tuh..kan jadi tambah serem. Masih mau ngerokok juga??

Siip dah sobat-sobat semua..setelah kita tahu seberapa besar resiko merokok terhadap kesehatan rongga mulut maka saatnya wajib bagi kita untuk bilang ”Says No to Smoke !! No Toleran any more..” Masalahnya selain merugikan kesehatan pribadi merokok juga bakal merusak kesehatan orang lain dan udara disekitar semakin tercemar. Kalo terus-terus begini yang ada kita hanya menjadi penyumbang terbesar untuk mempercepat global warming !! Mau ??

Nah..solusi satu-satunya, ngga lain dan ngga bukan adalah Stop Smoking !!

Strategi Agar Anak Mau Ke Dokter Gigi

Dari beberapa pengalaman saya kerja di klinik maupun di puskesmas melakukan pendekatan pada anak untuk perawatan gigi boleh dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya kalo anaknya diem, ngga rewel dan manut-manut aja maka biasanya perawatan bisa dilakukan dengan lancar, tapi akan jadi susah kalo anak sebelum duduk di dental chair aja udah nangis, marah dan akhirnya kabur duluan yang pasti perawatan ngga bakal bisa dilakukan. Maka dari itu, terkadang memang perlu strategi jitu untuk mensiasatinya agar tuh bocah bisa kooperatif selama perawatan. Ngga bisa dipaksain memang, namun yang perlu diingat bahwa salah satu kunci keberhasilan dalam perawataan adalah harus adanya kerjasama yang baik antara dokter, orangtua dan anak itu sendiri. Ketiga unsur ini ngga bisa berdiri sendiri semuanya harus menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling mendukung. Tuhh kan jadi bukan tugas dokter gigi aja untuk membujuk anak agar mau dirawat tapi ini juga tugas orang tua yang ngga kalah pentingnya.

Nah..sobat-sobat semua sebenernya artikel ini diperuntukkan bagi kalian yang udah punya balita atau boleh juga yang punya adik, keponakan dan anak tetangga yang masih balita (tapi inget ya..hati-hati ntar dikirain mau nyulik lagi !!). Yang biasanya anak-anak tersebut suka alergi alias takut untuk pergi ke dokter gigi. Maka dari itu supaya mereka mau dan mudah untuk diajak ngga salahnya sobat-sobat semua tetep pantengin terus nih tips dan triknya ampe abis.. OK choy..Simak nih ya..!!

Pertama, Hilangkan Salah Persepsi Tentang Dokter Gigi, maksudnya tidak menggunakan perawatan gigi sebagai ancaman hukuman. Kenyataannya masih banyak orangtua yang suka nakut-nakutin anaknya kalo ngga mau disuruh nyusu, makan, tidur atau males buat ngerjain PR, maka giginya bakal dicabut ma dokter gigi, tau kan rasanya sakit banget dan bikin ngga enak. Di cabut ke dokter gigi memang sih ngga salah (dari pada ke tukang gigi) tapi akan jadi masalah kalo statement (pernyataan) itu digunakan untuk ancaman. Nah..sobat-sobat semua doktrin ini bener-bener salah dan harus segera dilurusin. Jangan sampai dokter gigi dijadiin sebagai kambing hitam. Karena pemahaman yang keliru ini akan semakin membuat anak tambah takut dan males untuk merawat gigi. Asal tau aja ketika kita mengucapkan itu maka dalam benak mereka akan terbayang bahwa Dokter gigi adalah makhluk yang begitu menyeramkan, kejam dan sangat membuat mereka tidak nyaman sehingga daripada nantinya akan sakit maka mendingan patuh aja ama titah orang tua. Tidak sampai disitu aja, kalimat yang dilontarkan secara berulang-ulang akan membuat trauma psikologis yang berkepanjangan dimana anak akan takut dan menolak segala sesuatu yang berbau dengan dokter gigi selama-lamanya. Nah kalo udah kayak gini kan jadi gawat bahkan untuk mengobatinya harus dilakukan terapi mental agar anak tidak trauma berkelanjutan.
Kedua, Sedini mungkin memperkenalkan anak dengan klinik gigi. Mulailah biasakan mengajak mereka untuk kontrol ke dokter gigi secara rutin setiap 6 bulan sekali. Disitu kita mulai memperkenalkan dengan hal-hal yang menarik buat mereka, tunjukkan gambar/poster tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar, makanan dan minuman yang baik untuk menjaga kesehatan gigi, jelaskan apa akibatnya kalo terlalu sering makan coklat dan permen. Tunjukkan pula model gigi yang ada sekaligus sambil tanya-tanya ke dokter giginya. Hindarkan dulu dari hal-hal menakutkan bagi mereka seperti tang-tang, suara bor, jarum suntik atau suara kegaduhan atau tangisan dari pasien yang lain. Alihkan perhatian anak sebisa mungkin dengan mengajak dia bercanda atau jalan-jalan sambil melihat-lihat poster yang ada ditempat praktek. Cara ini minimal akan membuat mereka terbiasa dengan lingkungan dan suasana di klinik gigi. Harapannya ketika sewaktu-waktu ada keluhan dengan giginya maka akan dengan mudah menurut untuk diajak ke dokter gigi. Hore..

Ketiga, Menunjukkan keberanian dihadapan anak bahwa perawatan gigi adalah wajar. Artinya berikan contoh bagi anak bahwa orang tuapun berani untuk diperiksa giginya, dan katakan selama kita dirawat maka tidak akan terjadi apa-apa percayakan sepenuhnya pada dokter gigi yang sedang memeriksa. Perlihatkan pada anak bahwa orang tuanya masih dalam keadaan sehat wal afiat tanpa cedera satu pun setelah giginya dirawat begitu juga anaknya kalo mau giginya bagus maka harus berani untuk diperiksa. Tapi yang harus di ingat, hindari dulu anak terhadap perawatan-perawatan yang menimbulkan perdarahan seperti pencabutan. Biarkan mereka menunggu diluar. Bersabarlah suatu saat nanti mereka juga akan siap untuk dilakukan hal yang sama.

Keempat, Tidak memberi sogokan pada anak agar mau ke dokter gigi. Nah..Ini juga merupakan kebiasaan yang harus dihindarkan. Jangan mengiming-imingi sesuatu untuk mengajak anak ke dokter gigi. Biarkan mereka datang dengan kemauan sendiri. Hindari janji-janji untuk memberi coklat, permen, atau uang. Khawatirnya anak akan kebiasaan dengan sikap seperti ini dimana dia akan males ke dokter gigi kalo ngga ada imbalan dari orangtuanya. Sehingga merawat gigi merupakan suatu hal yang masih memberatkan bagi mereka, pun ketika mau biasanya dengan keadaan yang terpaksa. Anak yang datang bukan atas kemauan sendiri akan sangat tidak kooperatif selama perawatan, tindakannya penuh penolakan dan susah sekali untuk mematuhi intruksi dari dokternya. Ketika sudah seperti ini, sebaiknya anak jangan dipaksa biarkan kemauan tersebut tumbuh sendiri, biasanya ketika sudah sakit barulah dia peduli untuk mencari cara penyembuhannya. Nah..ketika disitulah kita selaku orang tua menawarkan ke anak bahwa jalan satu-satunya jika ingin sembuh maka harus ke dokter gigi sehingga anak berfikir dokter gigi memang bisa menjadi juru selamat akan rasa sakitnya. Dan kalo anak tersebut sudah percaya maka untuk perawatan selanjutnya akan lebih mudah dan tidak perlu lagi diiming-imingi. Percaya deh..!!

Kelima, Jangan memarahi atau berlaku kasar pada anak. Hal ini justru akan semakin menambah ketakutannya untuk pergi berobat ke dokter gigi. Biarkan saja kalo memang tidak mau ya jangan dipaksa. Tidak perlu di jewer apalagi sampai ditendang..(ati-ati loh Undang-Undang Perlindungan Anak). Marah akan semakin membuat dia rendah diri dimata orang lain. Anggapan mereka orang yang dimarah pasti penuh dengan kesalahan padahal tidak demikian mereka hanya butuh waktu untuk mempersiapkan mentalnya supaya lebih berani ke dokter gigi. That’s All ngga lebih. So... Semuanya butuh proses..bersabarlah !!
Keenam, Jangan membohongi anak, misalnya ketika gigi anak ingin dicabut, jangan katakan bahwa tidak akan sakit, tidak akan berdarah dan tidak akan apa-apa. Katakan sejujurnya jikalau memang dicabut nantinya akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Takutnya ketika kita bilang seperti itu dan yang dirasakan anak berbeda maka dia akan merasa dibohongi. Kapercayaannya ke orang tua dan dokter gigi akan hilang yang akhirnya kapok untuk ke dokter gigi lagi. Jadi katakan sejujurnya saja kalo misalnya dicabut mungkin akan ada rasa sakit tapi sedikit. Biar secara mental anak juga siap.OK Bos ?? Ngga bohong kan ?? Sukur-sukur kalo ngga sakit artinya kerja dokternya lebih baik dari yang diperkirakan, tapi kalo ternyata memang sakit ya memang seperti itulah adanya..he.he..

Tah..sobat-sobat semua strategi pendekatan diatas harus terus dicoba. Ngga bisa langsung terjadi begitu saja. Butuh waktu dan proses. Tapi satu hal yang harus dinget bahwa membujuk anak termasuk suatu seni mempengaruhi orang lain. Ketika berhasil akan ada kepuasan tersendiri. Jadi perlu kesabaran yang mendalam. Bagi orang tua selamat mencoba semoga tujuan kita untuk mendapatkan kesehatan gigi anak-anak kita bisa tercapai dengan sempurna !! Aminn…

Thursday, August 23, 2007

Masalah Si Bungsu !!

Hampir setiap orang pernah mengeluh sakit gigi. Bisa karena gusi berdarah atau gigi berlubang. Namun disamping itu bisa juga terdapat penyebab lain yang jarang sekali kita ketahui. Biasanya muncul di usia dewasa muda sekitar 18-22 tahun. Pada usia segitu gigi bungsu kerap kali baru muncul. Tumbuhnya paling bontot dari gigi2 yang laennya, bisa normal dan bisa juga tidak. Bisa diiringi dengan rasa sakit atau juga ngga..
Hadirnya si bungsu kerap kali tidak normal dimana pertumbuhannya suka terhambat karena tidak ada ruang lagi . Tapi sangking keukeuh pengen keluar ngga heran kalo akhirnya menekan jaringan lunak disekitarnya bahkan ngga jarang sampai menimbulkan radang yang terlokalisir. Ya..itu dia..gigi Impaksi atau wisdom teeth merupakan suatu keadaan dimana gigi mengalami kesukaran atau kegagalan dalam erupsi atau hanya sebagian saja yang muncul di permukaan gusi dengan posisi yang terhalang oleh gigi lain, tulang atau jaringan lunak. Gigi impaksi merupakan kelainan yang paling sering ditemukan. Seringkali terjadi pada gigi geraham terakhir bawah dan atas.
Terjadinya gigi impaksi dapat disebabkan karena beberapa hal. Seperti Faktor lokar karena kekurangan ruangan untuk erupsi, terdapat tulang atau mukosa tebal, Letak benih gigi yang tidak sesuai, infeksi pada benih gigi, bentuk gigi yang abnormal dan terdapat trauma, neoplasma. Faktor sistemik karena kelainan sebelum dan sesudah kelahiran. Dan faktor lain seperti berkurangnya pengaruh stimulasi otot sehingga menyebabkan pertumbuhan tulang rahang berkurang.
Berkaitan dengan pertumbuhan tulang rahang yang berkurang menurut drg. Danardono, itu karena adanya perubahan pola makan. Manusia sekarang cenderung menyantap makanan lunak, sehingga kurang merangsang pertumbuhan tulang rahang. Makanan lunak seperti junk food, mudah sekali ditelan sehingga menjadikan rahang tak aktif mengunyah. Sedangkan makanan banyak serat perlu kekuatan rahang untuk mengunyah lebih lama. Proses pengunyahan lebih lama justru akan merangsang fungsi kerja otot lebih maksimal sehingga menjadikan rahang berkembang lebih baik. Seperti diketahui, sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh atau berkembangnya rahang. Kalau proses mengunyah kurang, sendi-sendi itu pun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang semestinya. Rahang yang harusnya cukup untuk menampung 32 gigi menjadi sempit. Akibatnya, gigi bungsu yang selalu tumbuh terakhir itu tidak kebagian tempat untuk tumbuh normal. Ada yang tumbuh dengan posisi miring, atau bahkan "tidur" di dalam karena tidak ada tempat untuk nongol. (Intisari On The Net, April 2000)
Maka, untuk mendukung perkembangan rahang, sebaiknya sering-sering mengkonsumsi makanan berserat supaya gigi jadi lebih aktif menggigit, memotong, dan mengunyah. Rahang pun menjadi makin aktif dan diharapkan akan tumbuh normal. Dampaknya, pertumbuhan gigi pun bisa lebih bagus. Tapi jangan lupa, periksakan gigi secara rutin untuk memantau kesehatan gigi.(Intisari On The Net, April 2000)
Masalah-masalah yang di timbulkan akibat gigi impaksi ngga bisa disepelekan Walupun gigi bungsu terus dibiarkan tumbuh dalam keadaan ruang yang sempit maka dipastikan ia akan mendesak gigi-gigi geraham didepannya sehingga gigi tersebut akan terdorong dan akibatnya menimbulkan rasa sakit. Sakitnya bisa terlokalisir atau bahkan bisa menyebar ke kepala dll. Dalam kondisi lain daerah disekitar gigi impaksi akan menjadi sulit untuk dibersihkan. Hal ini memungkinkan akumulasi plak yang dapat memicu karies gigi, kelainan penyakit periodontal, infeksi kambuhan dan bahkan tidak heran jika sampai mengakibatkan terbentuknya kista penyebab fraktur rahang.Waduoh..jadi ngerikan?
Melihat fenomena diatas maka satu-satunya solusi adalah ODONTEKTOMI yaitu tindakan pencabutan atau pengangkatan gigi bungsu dengan bantuan anestesi lokal. Terapi ini sebenernya ngga wajib, seandainya gigi bungsu tumbuh normal dan tidak menimbulkan keluhan. Tapi kalo di Amerika justru hal ini sudah menjadi rutinitas ketika remaja usia 18-22 hasil foto rontgen terlihat giginya akan tumbuh ngga normal maka sudah pasti akan dicabut tanpa harus menunggu keluhan terlebih dahulu. Keren kan? Tapi beda halnya kalo di Indonesia, dicabut ketika sakit sudah timbul..Hal ini wajar terjadi karena diakui memang keterbatasan alat-alat, tenaga medis yang kurang dan yang terpenting kesadaran masyarakat yang masih minim.

Friday, August 17, 2007

Mengatasi Pewarnaan Pada Gigi !!


Adalah dambaan setiap orang pengen punya gigi bagus, rapih, putih dan bersih. Bisa bicara bebas dengan nyaman dan sesuka hati. Tanpa harus malu karena mulut berbau yang begitu menggangu. Tapi banyak juga orang yang ngga peduli sama kesehatan giginya. Mau giginya berlubang, ngga rapih, warnanya kuning, atau mulutnya bau itu mah terserah yang penting semasih belum nimbulin sakit ya..enjoy..aja. Wah..gawat nih kalo semua orang punya prinsip kaya gini..bisa-bisa tekor, dokter giginya pasti ngga laku dong..ya gimana ngga, masyarakatnya pada cuek semua..Boro-boro mo ke dokter gigi, makan buat sehari-hari aja susah..weleh..weleh..weleh..kasian-banget kalo punya rakyat kaya gini..
Namun, di negara-negara maju ataupun perkotaan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat gigi sudah semakin tinggi. Permasalahannya pun bukan lagi diseputar gigi berlubang, gusi bengkak dan berdarah dll. Tapi lebih cenderung kepada permasalahan-permasalahan estetik (keindahan). Sebut saja bagaimana mengatasi gigi berjejal, gigi ompong dan pewarnaan pada gigi. Bagi mereka penampilan adalah segala-galanya. Jangankan sampai sakit gigi..warnanya berubah atau posisinya ngga rapih, hal ini bisa menjadi masalah yang luar biasa..tapi inget hanya untuk sebagian orang loh..nah pertanyaannya sebagian orang itu siapa..ya mereka yang masih peduli ama penampilan dan citra diri..sebut aja artis,wanita karier, eksekutif muda, pengusaha dll.
Tuntutan profesi serta gaya hidup yang tinggi mengharuskan mereka untuk selalu tampil menarik. Wajar jika kocek jutaan bahkan puluhan juta rupiah berani mereka keluarkan untuk perawatan gigi asalkan gigi tetap indah, baik bentuk, warna, maupun posisinya..yang penting gimana caranya pas lagi senyum bisa terlihat tambah cantik dan percaya diri sepanjang hari....Nah..kalo semua orang udah paham kaya gini.. Kedepan prospek dokter gigi bakal cerah banget nih ….he.he.
Nah..salah satu masalah yang sering kali menjadi keluhan utama adalah bagaimana mengatasi perubahan warna pada gigi. Perubahan yang terjadi bisa melibatkan hanya satu gigi saja atau beberapa gigi sekaligus baik yang hanya mengenai bagian permukaan gigi saja atau sampai ke struktur gigi yang paling dalam. Sebagaimana kita ketahui pewarnaan pada gigi bisa disebabkan oleh banyak faktor diantaranya pemakaian tembakau seperti mereka yang hobi ngerokok, dan pengaruh makanan yang terlalu panas dapat beresiko menyebabkan gigi retak dan minum kopi dan teh yang berlebihanan, obat-obatan seperti tetrasiklin, trauma yang diikuti hemoraghi dan lisis eritrosit dimana produk penguraian darah meresap ke dalam tubulus dentin, umur yang semakin tua akan mengakibatkan warna gigi menjadi lebih kecoklatan, penyakit sistemik, genetik dan aplikasi fluor yang berlebih dapat menyebabkan hipoplasia email sehingga email berporus, lunak dan mudah untuk menyerap pigmen.
Saat ini perkembangan ilmu kedokteran gigi sudah semakin pesat, banyak sekali metode-metode pemutihan gigi yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan diatas, diantaranya teknik pemolesan dengan mengunakan pasta profilaksis, teknik microabration dengan mengunakan pumis dan hidrachoric acid, Veneer/crown dengan menggunakan komposit/akrilik/porselen ataupun dengan salah satu teknik perawatan gigi yang menjadi trend saat ini yaitu Bleaching..Teknik ini merupakan teknik pemutihan gigi untuk menghilangkan noda (stain) secara kimiawi dengan cara mengaplikasikan sementara bahan pemutih seperti hydrogen peroksida. Prosesnya juga bisa dipercepat dengan pemberian panas atau sinar ultraviolet. Prinsip kerja bleaching sendiri adalah memakai oksidator yang dapat bereaksi pada struktur organik penyebab pewarnaan gigi dengan cara menguraikan stain menjadi molekul-molekul yang lebih kecil lagi.
Sobat-sobat semua gigi putih adalah mutiara yang paling disukai namun menjadi kendala tersendiri ketika warnanya udah mulai pudar, kusam atau belel. Penyebabnya bisa karena banyak faktor. Meskipun demikin sesuai dengan perkembangan jaman sudah banyak cara untuk menanggulanginya. Jadi nga perlu lagi malu dan ragu, sekarang mendingan cepetan ajak nyak, babeh, adik ma kakak buat rame-rame mutihin tuh gigi jangan ampe dibiarin kelamaan yang pertama emang ngga enak dipandang mata yang kedua bisa bikin gigi tambah rapuh. Tapi inget mutihinnya jangan pake rinso apalagi byeclin ya..ntar mabok lagi..
Pemutihan gigi cara diatas harus dikerjakan oleh para professional..dengan metode dan standart yang berlaku. Masalah biaya masih relatif lah. Tapi yang pasti bagi yang mau senyumnya lebih indah dan menawan ngga salahnya nyoba teknik bleaching sebagai salah satu alternatif solusi agar tetep tampil trendi dan percaya diri !! (apa lagi kaya iklan aja..)he.he..

Tuesday, August 14, 2007

Fenomena Gigi Ompong

Nyanyi lagi ahhh..”Burung kaka’ tuaaaa hinggap di jendelaaa, nenek sudah tuaaaa giginya tinggal duaaaaa..” Ha..ha..ompong dong ? Hayaoo siapa yang mau ompong kaya gitu..yang mau ngacung…Pasti nga ada yang mau ngacung…Ya iyalah..siapa lagi yang mau giginya ompong..kaya’ nenek-nenek. Sahabat bloger kondisi itumah wajar kalo udah tua, tapi jadi kurang ajar kalo masih muda kaya kita giginya udah pada ngga ada alias ompong..Malukan cakep-cakep tapi pas senyum eh..giginya udah pada ilang semua..Jadi il feel deh..
Sobat-sobat bloger..masih tetep semangat kan? Kalo iya yuk..kita bedah sedikit yang namanya gigi ompong itu apasih ? Gigi ompong atau edentulous merupakan kondisi dimana gigi tidak ada atau hilang terlepas dari soketnya (tulang rahang) seperti saat lahir atau pasca pencabutan. Penyebabnya bermacam-macam bisa karena faktor penyakit tertentu, kelainan fungsi tubuh ataupun akibat kecelakaan. Tapi dari ketiga faktor diatas yang paling sering terjadi nih, yaitu faktor penyakit tertentu. Sebut saja infeksi jaringan gusi atau gigi berlubang yang karena aktivitas bakteri dapatmengakibatkan ketahanan dan kekuatan jaringan pendukung berkurang sehingga menyebabkan gigi goyang. So, ketika sudah dalam kondisi seperti itu biasanya dengan berat hati dan terpaksa gigi harus dicabut. Berikutnya faktor kecelakaan. Nah yang ini juga sering kali menimpa temen-temen kita yang bandel ato lagi ketiban sial, misalnya pas lagi berantem giginya ketonjok udah gitu langsung coplok, atau ketabrak mobil atao jatoh dari motor dll. Tapi sebenarnya ketika terlepas dari soket, gigi masih bisa dirawat kok, hanya karena kita ngga tau tentang masalah itu jadi gigi dibiarkan lepas begitu aja. Terakhir, karena kelainan fungsi tubuh secara normal. Misalnya pada orang tua yang lanjut usia secara umum ketahanan kondisi tubuh mereka mulai menurun, begitu juga dengan kondisi jaringan pendukung giginya. Sehingga wajar aja kalo pada umur-umur segitu gigi mudah lepas atao coplok, apalagi ditambah dengan adanya infeksi jaringan gusi.
Berdasarkan beberapa penelitian nih, dikatakan bahwa pada usia diatas 45 tahun hampir 100 % populasi sudah pernah mengalami kerusakan jaringan gusi. Ditambah lagi yang di Inggris, Sheiham dan Hobdell (1969) menemukan bahwa pada usia 63 tahun rata-rata setiap individu hanya mempunyai enam gigi yang masih tertinggal. Kebayangkan ? Emang tuh lansia nguyah makanan pake apa ya..masa di isep-isep kasian banget ya?? Ihh jadi serem..Disamping itu pada kondisi mixed dentition (geligi campuran) juga sering kali terjadi abnormalitas pertumbuhan gigi dimana ketika gigi tetap sudah waktunya tumbuh eh..malahan benihnya ngga ada..sedangkan gigi sulungnya udah keburu tanggal duluan. Nah kondisi kelainan seperti ini akan mengakibatkan kehilangan gigi secara permanent.
Tuhhhkan jadi tau penyebab gigi ompong itu apa aja. Nah sekarang kita kupas lebih jauh lagi yuk tentang akibatnya kalo gigi terus dibiarin Ompong. Menurut beberapa literatur yang saya baca disebutin bahwa gigi ompong dapat menyebabkan gangguan fungsi penguyahan, estetik, bicara dan kesehatan jaringan mulut. Lanjuut..Pertama, gangguan fungsi pengunyahan, yang ini jelas sekali harus menjadi perhatian, yang kita tahukan bahwa makanan yang padat atau keras harus dikunyah dengan baik sampai lumat sebelum dicerna. Karena kalau ngga demikian, maka alat-alat pencernaan di tubuh kita akan sangat menderita, sebab harus bekerja ekstra untuk mencerna makanan yang masih kasar. Sehingga hal ini akan mempengaruhi kodisi tubuh secara umum. Jadi jangan heran kalo suka sakit perut yang ngga jelas. Jangan-jangan karena dampak dari itu. Kecuali untuk makanan-makanan dengan serat tinggi misalnya ikan, sayur, roti , lemak daging sapi dan nasi. Meskipun ngga dikunyah sempurna bahan makanan tersebut masih dapat dicerna dengan baik oleh tubuh. Kedua, gigi ompong bisa mempengaruhi estetik atau penampilan seseorang. Terutama untuk gigi-gigi depan yang hilang akan dapat mengurangi rasa percaya diri sebagian orang terutama bagi mereka sebagai public figure. Kehilangan gigi akan membuat mereka malu untuk tampil di depan umum. Ketiga, mengganggu fungsi bicara. Kita mengenal beberapa suara berdasarkan komponen yang terlibat dalam menghasilkan suara. Contoh Perpaduan bibir atas dan bawah akan menghasilkan jenis huruf B, P. Sedangkan perpaduan gigi atas dan bibir bawah akan menghasilkan jenis huruf V, F. Untuk kombinasi gerakan lidah yang mengenai bagaian dalam gigi atas akan menghasilkan jenis huruf T, D. Lalu sentuhan ujung lidah ke langit-langit akan menghasilkan jenis huruf R dan terakhir perpaduan gigi rahang atas dan bawah akan menghasilkan jenis huruf S. Nah..ketika gigi depan rahang atas hilang maka tidak mungkin V, F dapat dilisankan dengan akurat. Begitupun huruf t dan s. Maka dari itu hilanganya gigi-gigi depan rahang atas akan sangat mempengaruhi lafal pengucapan suatu huruf. Keempat, ganggguan kesehatan jaringan mulut dimana gigi ompong akan menyebabkan terjadinya gangguan oklusi. Sehingga akan berakibat jelek pada jaringan mukosa mulut, sendi rahang ataupun otot-otot pengunyahan. Dengan banyaknya kehilangan gigi-gigi belakang, seseorang tentu akan mengunyah dengan gusinya dan jika terus dibiarkan dapat mengalami resorbsi tulang yang berlanjutan. Kita mengetahui hilangnya gigi walaupun hanya satu akan menyebabkan pergeseran gigi-gigi lainnya ketempat yang kosong, lazimnya disebut migrasi. Akibatnya akan timbul penyakit gusi dan kehilangan titik kontak gigi-gigi disampingnya. Sehingga gigi merenggang dan makanan mudah terperangkap ke dalam sela-sela tersebut dan wajar kalo sampai menimbulkan penyakit periodontal atau karies. Disamping migrasi gigi juga dapat roboh (tipping) ke daerah yang kosong. Pada daerah gigi yang hilang gigi lawan akan cenderung mencari titik kontak sehinga terus memanjang keluar ke arah daerah yang kosong, hal ini disebut ekstrusi dan jika dibiarkan lama-kelamaan gigi akan mudah goyang. Keterlaluan bangetkan? kalo kita udah tau bahayanya akibat gigi ompong tapi masih aja terus dibiarin. Nah..sekarang supaya kita ngga bingung gimana solusinya maka cara satu-satunya adalah dengan mengunakan gigi palsu (protesa gigi). Fungsi gigi palsu ini nantinya memang ngga semaksimal seperti yang aslinya. Ya iyalah masa cipataan Allah mau ditandingin. Ya tapi minimal kita bisa mengantisipasi segala akibat yang lebih buruk lagi, baik itu rasa minder berlebihan, susah mengunyah atau ganguan lafal bicara. Nah..untuk lebih jauhnya tentang apa dan bagaimana gigi palsu itu, ntar kita bahasa lagi aja ya ditopik berikutnya??cau..