Saturday, March 12, 2011

Kuak Misteri, Gigi Manusia Hobit Flores Dibor


Masih jadi kontroversi, apakah hobit Flores adalah spesies baru atau manusia purba kerdil.

VIVAnews -- Hingga saat ini, fosil wanita yang ditemukan di Liang Bua, Flores, masih jadi misteri. Sebab, ukurannya jauh lebih kecil dari manusia normal, sekitar 1 meter.



Perdebatan pun mengemuka, apakah 'Homo floresiensis 'alias manusia 'hobit' dari Flores itu adalah spesies baru nenek moyang kita atau manusia purba yang menderita kelainan genetika yang membuatnya bertubuh mini.

Untuk menguak teka-teki ini, para ilmuwan berencana akan mengambil ekstrak DNA dari hobit itu. Para ahli genetika dari Australian Centre for Ancient DNA (ACAD), Universitas Adelaide berharap bisa memulihkan DNA dari fosil berusia 18.000 tahun itu.

Para ahli mengambil sample gigi premolar dari fosil, menyimpannya di alat pendingin, dan diperlakukan sedemikian rupa agar tak terkontaminasi DNA modern.

Tony Djubiantono, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional -- di mana gigi itu disimpan -- mengatakan perkembangan teknik ekstraksi DNA akan mengatasi masalah pengampilan sample sebelumnya. Ia berharap, ini bisa jadi kunci untuk memahami sejarah evolusi Hommo floresiensis.

Jika DNA dapat diekstraksi,komparasi dengan spesies lain akan mengakhiri debat klasifikasi spesies.

Namun, pengambilan DNA melalui gigi fosil bukannya proses yang mudah. Lima tahun lalu dua tim, dari ACAD dan Max Planck Institute of Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman berniat memulihkan DNA dari fosil manusia hobit Flores yang ditemukan pada tahun 2003. Hasilnya, gagal.

Belajar dari kegagalan itu, saat ini, tim yang dipimpin ahli genetika ACAD, Christina Adler menemukan prosedur pengambilan sample bisa jadi bertanggung jawab.

Kebanyakan penelitian tentang genetika gigi kuno telah difokuskan pada jaringan gigi bagian dalam, dentin, tetapi tim Adler menemukan bahwa sementum, lapisan akar, adalah sumber kaya DNA.

Bagaimana cara tim mengambil DNA?

Pengeboran adalah teknik yang biasa dilakukan untuk mendapatkan sample gigi maupun tulang. Tim yang dipimpin Adler menemukan, panas yang dihasilkan kecepatan bor yang lebih dari 1.000 RPM (putaran per menit) justru akan merusak DNA. Untuk itulah ke depan, tim hanya akan menggunakan bor dengan kecepatan sepersepuluhnya, 100 RPM.

Dampak negatif dari bor yang kelewat cepat sebenarnya telah diketahui oleh para dokter gigi. Mereka telah lama tahu, ini akan merugikan pasien. "Ini diakibatkan kurangnya di antara dua spesialis yang berbeda, yang bekerja dalam hal serupa," kata Adler, seperti dimuat situs Scientific American, 5 Januari 2011.

Terpisah, spesialis protein analisis protein kuno, Matthew Collins berpendapat, meski hasil analisis tim Adler bisa mengurangi kerusakan molekul selama proses pengambilan sample fosil yang berharga itu, namun ia pesimistis DNA akan didapat. Sebab, suhu tinggi di daerah penggalian kemungkinan besar membuat molekul terpecah.

Namun, tim ACAD optimistis. Semangat mereka didorong kesuksesan pengambilan DNA babi berusia 6.000 tahun dari situs penggalian tahun 2007 lalu. (sj)

• VIVAnews:
KAMIS, 6 JANUARI 2011, 07:54 WIB Elin Yunita Kristanti

Baca selengkapnya......

Tuesday, December 30, 2008

Sembuhkan Luka Luar Dengan Air Liur

Pernahkah Anda perhatikan, jika Anda mencabut gigi, maka luka karena cabutan gigi cepat sekali sembuh. Hal ini berbeda dengan luka yang dialami seseorang di kulit yang cenderung lebih lama sembuhnya. Apalagi, jika sampai terjadi operasi, penyembuhannya bisa memakan waktu hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Ternyata perbedaan ini terjadi karena luka pada cabutan gigi terkena air liur. Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti Belanda melakukan penelitian dengan mengidentifikasi satu zat di dalam air liur manusia.

Dalam laporan di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology, para peneliti menemukan protein kecil histain di dalam air liur manusia yang dapat membunuh bakteri sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan harapan pada seseorang yang menderita luka kronis seperti penderita diabetes, luka traumatis, maupun luka bakar.

Studi ini diperuntukan bukan hanya menjawab mengapa hewan menjilat luka mereka namun studi ini lebih jauh diperuntukkan agar kita dapat memandang bahwa air liur merupakan salah satu sumber obat baru. Karena air liur diproduksi secara masal, maka air liur dapat berfungsi sama dengan krim antibiotik maupun alkohol gosok.

Jika terluka karena terkena sesuatu atau terjatuh kita dapat menggunakan air liur untuk mengobatinya. Tinggal oleskan ke bagian luka, maka luka tersebut akan lebih cepat sembuh. Bagaimana pendapat Anda? disadur dari Team Andriewongso.com

Baca selengkapnya......

Sunday, November 09, 2008

Keajaiban Bersiwak !!

MediaMuslim.Info –
Bersiwak adalah termasuk dari bagian dari sunnah para Rasul, sebagaimana hadits dari Abu Ayyub ra:

“Ada empat hal yang termasuk dari sunnah para Rasul; Memakai minyak wangi, menikah, bersiwak dan malu.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Siwak memiliki beberapa faedah yang sangat besar, diantaranya yang paling besar adalah yang telah dianjurkan oleh hadits :
“Siwak itu pembersih mulut dan diridhai Allah.” (HR. Ahmad)
Bersiwak adalah dengan menggunakan batang yang lembut dari pohon arok, zaitun, urjun atau yang semisalnya yang tidak menyakiti atau melukai mulut.. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh kita gunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut, sehingga batang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi; bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah, sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk bersiwak; seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak sehingga bisa mengotori mulut. (syarhul mumti’ 1/118)

Sebagian ulama berpendapat tidaklah dikatakan bersiwak dengan sikat gigi adalah sunnah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, karena siwak berbeda dengan sikat gigi. Siwak memiliki banyak kelebihan dibandingkan sikat gigi. Namun pendapat yang benar bahwasanya jika tidak terdapat akar atau dahan pohon untuk bersiwak maka boleh kita bersiwak dengan menggunakan sikat gigi biasa karena illah (sebab) disyariatkannya siwak adalah untuk membersihkan gigi. Bahkan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah besiwak dengan jarinya ketika berwudhu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, yang artinya: ”Beliau memasukkan jarinya (ke dalam mulutnya-pent) ketika berwudlu dan menggerak-gerakkannya” (Hr: Ahmad dalam musnadnya 1/158. Berkata Al-Hafizh dalam talkhis 1/70 setelah beliau membawakan hadits-hadits tentang siwak dengan jari yaitu dari hadits Anas dan Aisyah dan selain keduanya: ”Dan hadits yang paling shohih tentang siwak dengan jari adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari hadits Ali bin Abi Tolib”.) (Syarhul mumti’ 1/118-119)

Waktu-Waktu Disunnahkannya Bersiwak
Bersiwak disunnahkan disetiap saat, bahkan ketika berpuasa disepanjang harinya, dan menjadi sunnah muakadah pada waktu akan beribadah. Adapun waktu-waktu yang disunnahkan secara muakkad untuk bersiwak diantaranya:
1) Setiap akan Berwudhu. “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR. Bukhori dan Muslim) 2) Setiap akan melakukan shalat. “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. (HR. Bukhori dan Muslim) 3) Setiap Bangun Tidur. “Adalah Rosululloh jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. (HR. Bukhori) Termasuk tanda kecintaan Nabi Shallallahu ‘aihi wa sallam kepada kebersihan dan ketidak sukaannya terhadap bau tidak enak, tatkala bangun dari tidur malam yang panjang, yang mana saat itu di mungkinkan bau mulut sudah berubah, maka beliau menggosok giginya dengan siwak untuk menghilangkan bau tidak sedap, dan untuk menambah semangat setelah bangun tidur, karena termasuk kelebihan siwak adalah menambah daya ingat dan semangat. 4) Setiap akan Masuk Rumah. Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata: ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosululloh jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (HR. Muslim) 5) Ketika hendak membaca Al Qur’an. Dari Ali ra. berkata : “Rasulullah memerintahkan kami bersiwak. Sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri sholat malaikat mendatanginya kemudian berdiri dibelakangnya mendengar bacaan Al Qur’an dan ia mendekat. Maka ia terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya diatas mulut hamba itu, sehingga tidaklah dia membaca satu ayatpun kecuali berada dirongganya malaikat” (HR. Baihaqy)

Cara Bersiwak
Cara bersiwak tidak ada ikhtilaf antara ulama, bahwa didalam kitab Syama’il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasul saw, bahwa Rasul saw bersiwak dg kayu araak, dan memulainya dari pertengahan, lalu kearah kanan lalu kekiri, demikian diulangi. sebanyak 3 X. Imam Ghazali rahimahullah melengkapi caranya, yaitu meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas, lalu mendorongnya kearah kanan sampai keujungnya, lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung, lalu mendorongnya kembali ketengah jajaran bawah, lalu kembali naik ke tengah jajaran atas, lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya, lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung, dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah. Untuk mudahnya, anggaplah anda menulis angka delapan yg rebah. Demikian ini untuk perhitungan 1X. lalu mengulanginya sampai 3X. Inilah cara terbaik. Namun cara apapun juga sudah mendapatkan pahala sunnah. Sulitkah? Jangan lupa, satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali siwak, maka dihitung 70X bertasbih. Shalat dengan diawali siwak, akan terhitung 70X shalat. Dua rakaat shalat tahajjud diawali dengan siwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud. Hebat bukan? Maha Suci Sang Maha Dermawan menempatkan curahan kedermawanannya pada segala hal.(Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa)

Siwak Menurut Medis Dari penelitian menunjukkan bahwa kayu siwak (Salvadora persica) mengandung bahan-bahan kimiawi yang bermanfaat untuk menekan aktivitas mikrobial dan menghambat pertumbuhannya. Penelitian daya hambat kayu siwak (Salvadora persica) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang patogen terhadap mulut, dapat menunjukkan kemampuan kayu siwak sebagai salah satu alternatif zat antibakterial yang memang seharusnya dikembangkan sebagai komoditas oral cleaner device (alat pembersih mulut) yang higinis dan efektif dalam mencegah periodontal disease. Penelitian terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan patogen pada saluran pernapasan, kulit dan luka dapat pula menunjukkan bahwa kayu siwak bukan hanya efektif sebagai komponen antibakterial mulut, namun juga efektif sebagai antibakterial yang memiliki spektrum lebih luas. (Penelitian ini dikembangkan oleh Mahasiswa Biologi FMIPA ITS)

Tujuh Puluh Kali Lipat
Keutamaan shalat dengan memakai siwak itu, sebanding dengan 70 kali shalat dengan tidak memakai siwak. (HR. Ahmad)
Bayangkan, di suatu Shubuh Anda keluar menuju masjid. Lalu Anda shalat Shubuh berjama’ah dengan bersiwak terlebih dahulu. Kita tahu bahwa shalat Shubuh berjama’ah pahalanya sama dengan pahala shalat sunnah sepanjang satu malam penuh. Jika didahului dengan bersiwak, maka shalat Shubuh berjama’ah kita akan berpahala seperti pahala shalat sunnah 70 malam penuh. Sedangkan shalat Isya berjama’ah tanpa bersiwak sama pahalanya dengan pahala shalat sunnah setengah malam. Bagaimana pula jika dengan didahului bersiwak? Dan bagaimana dengan shalat-shalat lain yang didahului dengan bersiwak? Tentu kita akan meraih pahala yang sangat besar dengan bersiwak. Jika Anda pergi ke Masjid untuk shalat berjama’ah di zaman ini, mungkin Anda melihat sedikit sekali di antara jama’ah yang bersiwak sebelum shalat. Maka ketika Anda bersiwak sebelum shalat di zaman ini, berarti Anda telah menghidupkan kembali sunnah Rasul SAW. Dan pahalanya itu seperti pahala syuhada. Setidaknya Anda akan mendapat pahala seperti orang-orang yang mengikuti Anda dalam bersiwak, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Kesimpulannya

bersiwak dengan menggunakan akar atau dahan pohon adalah lebih baik dan lebih mengikuti sunnah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam karena memiliki faedah yang banyak dan bisa digunakan setiap saat serta bisa dibawa kemana-mana. Namun anehnya banyak kaum muslimin yang merasa tidak senang jika melihat orang yang bersiwak dengan akar atau dahan pohon, padahal tidak diragukan lagi akan kesunnahannya. Mereka memandang orang yang bersiwak dengan akar kayu dengan pandangan sinis atau pandangan mengejek. Apakah mereka membenci sunnah yang sering dilakukan dan dicintai oleh Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bahkan ketika akhir hayat beliau? Tidak cukup hanya dengan membenci, merekapun memberikan olok-olokan yang tidak layak sampai-sampai mereka mengatakan orang yang bersiwak adalah orang yang jorok.


(Sumber Rujukan: Beberapa Artkikel Online, Syarhul Mumti’ ‘ala zadil mustaqni’ jilid 1, karya Syaikh Muhammad Utsaimin)

Baca selengkapnya......

Sunday, November 02, 2008

Hukumnya Mengikir Gigi !!

indosiar.com, Bali – Kabupaten Karangasem, di bagian timur Pulau Dewata, Provinsi Bali. Warga Desa Antiga, klan Arya Getas sering melakukan sebuah ritual penting. Mereka melakukan ritual metatah, atau potong gigi bagi kaum mudanya yang sudah akil balig. Ritual metatah ini berlangsung dan bergabung dengan upacara pasca ngaben. Metatah bagi umat Hindu Bali, merupakan kewajiban orang tua terhadap anak mereka yang memasuki usia dewasa. Dengan melakukan metatah, sang anak sudah diakui keberadaannya sebagai pribadi dewasa, dan suaranya pun akan didengar dalam komunitas Banjar.

Memang bagi masyarakat Bali yang notabenenya beragama hindu, ritual metatah merupakan bagian dari adat istiadat yang sudah lama sekali mengakar, bahkan sudah menjadi kebudayaan. Tapi ini akan menjadi menarik, seandainya umat muslim yang melakukan ritual tersebut? Nah..bagaimana islam memandang lebih jauh tentang hal ini.
Mengikir gigi, yaitu merapikan dan memendekkan gigi.
Biasanya dilakukan oleh perempuan. Karena itu Rasulullah melaknat
perempuan-perempuan yang mengerjakan perbuatan ini (tukang kikir) dan minta
supaya dikikir.
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Perbuatan ini diharamkan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang mengubah ciptaan Allah”
"Rasulullah s.a.w. Melaknat perempuan yang mentatoo dan minta ditatoo, dan
yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya." (Riwayat Thabarani).

Mengikir gigi merupakan perbuatan yang mengubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, dan hanya membuang-buang waktu yang seharusnya dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi manusia. Perbuatan tersebut juga merupakan penipuan dan penggelapan serta menunjukkan kerdilnya manusia.

Bagaimana jika mengikir/memotong gigi ditujukan untuk keindahan, menurut beliau Diharamkan bagi wanita muslim untuk mengikir gigi-giginya dengan tujuan memperindah diri, dengan cara mendinginkan gigi-giginya dengan pendingin sehingga tampak merenggang jarak antara gigi-giginya supaya kelihatan cantik. Namun apabila terdapat kotoran pada gigi-giginya yang mengharuskannya mengubahnya, dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran tersebut, atau karena terdapat ketidaknyamanan yang mengharuskannya untuk memperbaikinya dengan tujuan untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut, maka perbuatan tersebut tidak mengapa, karena hal itu termasuk dalam berobat dan membuang kotoran, yang hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis.

Lalu bagaimana hukumnya mengikir/memotong gigi untuk pengobatan, menurut beliau Mengubah gigi untuk tujuan memperindahnya dan untuk menampakkan ketajamannya jelas merupakan perbuatan haram. Namun apabila untuk tujuan pengobatan, maka tidak mengapa. Jika tumbuh gigi pada wanita yang menyusahkannya, maka diperbolehkan untuk mencabutnya karena gigi tersebut merusak pemandangan dan menyulitkannya dalam makan, sedangkan membuang aib (kekurangan) diperbolehkan menurut syari’at. Demikian pula apabila terdapat kelainan yang memerlukan pengobatan, maka diperbolehkan.

Dan yang terakhir bagaimana hukumnya meluruskan gigi dan mendekatkan antara gigi-gigi, menurut Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Bila memang diperlukan, misalnya ada kelainan yang harus diperbaiki, maka hukumnya diperbolehkan. Namun apabila tidak diperlukan, maka hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan untuk mengubah gigi dan mengikirnya untuk keindahan, beserta ancaman bagi pelakunya, karena perbuatan tersebut termasuk sia-sia dan mengubah ciptaan Allah.

"Dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi
cantik, yang mengubah ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Tapi, sekali lagi ketika memang hal itu untuk pengobatan atau untuk membuang kelainan,a tau untuk kebutuhan, misalnya seseorang tidak bisa makan dengan baik kecuali dengan mngubah gigi-giginya, maka hal tersebut diperbolehkan.

Nah..dari gambaran singkat diatas, semoga bisa menambah wawasan kita seputar permasalahan gigi dan mulut. Yah..minimal ini bisa menjadi guide agar kita lebih hati-hati dalam mengambil semua tindakan perawatan.


Baca selengkapnya......

Monday, October 27, 2008

Sumpah Pemuda atau Sumpah Serapah ??

“Wah..udah sumpah pemuda lagi nih..emang sekarang udah sumpah pemuda yang keberapa sih ?? Gila..ngga kerasa banget ya ” tiba2 udah 80 tahuuun aja!! Tapi.ngomong2 ini sumpah pemuda atau sumpah serapah sih?? Loh koq bisa??Ia dong!! Kalo diliat2..dengan kenyataan sekarang..koq jauh banget ya dari apa yang dicita-cita-in ama founding fathers kita dulu? Sugondo Djojopuspito, Moehammad Yamin dkk lah Padahal mereka ngegagasin sumpah pemuda ini penuh dengan tetesan darah dan cucuran air mata (ce.. ileh..). Ia dong, gimana ngga, ratusan pemuda dari seluruh daerah mulai dari Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPI, dll..kongkow2 bareng berhari-hari cuman buat ngebahas konsep pemuda Indonesia saat itu dan saat yang akan datang.(Sedaaap hebad baget cita-cita mereka). Mungkin dalam pikiran mereka khususnya Bung Moehammad Yamin ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Sehingga ngga ada cara laen kita harus segera duduk, berjalan, berdiri dan berlari besama-asa agar Indonesai merdeka menjadi nyata.
Nah…semangat ini yang saya fikir harus kita lestarikan, tapi sayangnya justru “ruh” itu udah hilang melayang terbang mengawang-awang (he..he.).Liat saja Rasa nasionalisme udah tergantikan dengan Chauvinisme. Konsep idealis pudar ditelah oleh pemikiran-pemikiran pragmatis dan semangat untuk berkontribusi sudah sangat mahal harganya, yang ada hanya skeptis dan apatis terhadap sesama. Nah..loh kemana dong nilai-nilai luhur kemaren?? Apa memang ini yang sebenarnya mereka harapkan dari gagasan 80 tahun yang lalu?. Pasti ngga la yah....
Seandainya para pelaku sejarah itu masih hidup, tentunya mereka kecewa berat ngeliat sepak terjang pemuda-pemuda sekarang. Wujud Ikrar pertama tentang “ Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.” dibuktikan dengan perkelahian antar remaja, tawuran antar mahasiswa, pembunuhan, pemerkosaan sampai2 kebut-kebutan dijalan yang akhirnya menelan korban.Tuh kan bener tumpah darahnya bukan satu, tapi banyak dimana-mana.ha.ha..
Selanjutnya, perwujudan dari ikrar kedua Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. adalah dengan berbondong-bondong sekolah ke luar negeri, berobat keluar negeri, bangga pake produk2 luar negeri mulai dari pakaian luar sampai pakaian dalem.(hihihi), lebih gaya makan di restoran2 western (eropah) daripada diwarteg, lebih sering dengerin musik-musik bryan adam, rihanna, elthon john ketimbang gubahannya cryse, titi puspa, atau bang roma. Terakhir sampai-sampai life style kita juga ikut carut marut mulai dari pake tindik di hidung dan lidah (kaya mboook), pake celana hot pan (yang mamerin tuh paha biar diliatin orang banyak) , rambut dicat ala bugil (bule gila) sampai free sex mungkin ya??(wah.serem baget nih).
Nah..terakhir..ikrar ketiga adalah Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia ditunjukkan dengan seringnya kita nih muda-mudi make bahasa-bahasa prokem(gaul)/slank yang ngga tau dari mana asal muasalnya. Lebih-lebih terjadinya dekadensi nilai-nilai luhur bahasa daerah, denger aja kalo sobat2 sobat maen ke bandung sering kali bahasa ibu sudah ditransformasi ke bahasa binatang. Contonhnya ; “Maneh erek kamana njieng?” (kamu mau kemana …..cencored?). “Anjriiit gw lupa euy”, atau Siah anjing naha melongkeun wae??(kamu….…..cencored kenapa ngeliatin ajah?” dan mngkin beberapa bahasa daerah lainnya yang punya kemiripan gaya bahasa. Na’uzubillah!!.
Kalo melihat realitas diatas. Mungkin dalam pikiran mereka (founding fathers), pemuda-pemuda saat ini ngga amanah dengan sumpah yang pernah dibacakan 80 tahun yang silam (red;ngga semua). Kita ingkar atas semua ikrar tersebut. Jadi wajar kalo pemuda sekarang kaya nya jadi sering kena sumpah serapah..(ha.ha.) cuman jadi bahan ejekan doing kali yee!! Padahal seandainya”mereka tahu gimana susahnya untuk bisa nenghasilkan sumpah pemuda saat itu, pastil ngga kan mugkin pemuda2 sekrang masih berdiam diri, berpangku tangan, bersantai-santai ria, dan berleha-lega saja”
Jadi gimana dong?? Nah..sobat, sekarang nih tugas kita cuman meneruskan tongkat estafet perjuangan mereka, dengan mempertahankan yang sudah ada, dan meggapai apa-apa yang masih menjadi cita. Gampangkan? He.he Yuk kita mulai rapatkan barisan…singsingkan lengan panjang dan kencangkan ikat pinggang (loh emang mau ngapain?). sama-sama kita wujudkan Indonesia baru dengan semangat pemuda yang terus mengharu biru…

“Berikanlah kepadaku 10 pemuda maka akan kurubah dunia!! (Bung Karno)

Baca selengkapnya......

Friday, October 24, 2008

Pasta Gigi Berdetergen ??

Nah..nyambung dari tulisan saya sebelumnya tentang go green dentistry..Kali ini saya pengen negabahas sedikit tentang topik yang masih nyerempet2 dengan tema green dentistry kemaren.What’s Up Man??
Sabar2..Ntar lagi kita kupas tuntas deh, tapi sebelumnya yuk kita teriak bareng2.Siaaap hayo satu..dua…tiga…Go..Go..Go..Green dentistry??...he..he.. Norak ngga sih??
Ngga apa2 lah yang penting kita udah berpartisipasi untuk mengkampanyekan lingkungan hidup sehat. Mumpung sekarang kampanye masih gratis loh dan ngga ada yang ngelarang2…hihihi..
Oke.oke..let’s start the topic..gini nih.sama2 kita sadari bahwa hampir tiap hari kita selalu gosok gigi yang pasti pake pasta dan sikat giginya. Masalahnya adalah..tau ngga sobat-sobat semua.tenyata pasta gigi yang sering kita gunakan selama ini, mengandung salah satu bahan yang cukup membahayakan buat kesehatan rongga mulut khususnya dan tubuh secara umumnya..Bahan tersebut adalah detergent..Loh koq bisa?? Bisa dong..kenapa juga kalo pas gosok gigi sering ada busanya . Itu karena dalam pasta giginya mengandung bahan detergent berupa sodium lauryl sulfate(SLS) atau cocoamidoprophylbetaine (CAPB). Nah berita buruknya adalah kedua bahan ini bersiko besar dapat menimbulkan penyakit recurrent apthous mouth ulcers (RAU) atau bahasa awamnya sariawan yang sering hilang timbul. Tuh..ngerikan??
Emang kenapa sih perusahaan2 tega tetep make tuh bahan, padahal udah jelas-jelas berbahaya buat kesehatan. Gini.nih sobat..selain sebagai foaming(pembuat busa), bahan ini juga harganya lebih murah disamping itu berfungsi sebagai pemoles dengan cara membasahi gigi dan partikel2 makanan yang tertinggal di gigi dan juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang digunakan juga bervariasi berkisar 1.5 – 5 % dari total berat pasta gigi. Tuh..kan… Tapi efeknya kan bahaya ya??bisa menyebabkan RAU..Nah dari beberapa artikel yang saya baca efek detergen ini membuat lapisan musin (pelumas) dalam mulut kita tidak berfumgsi secara alami sehingga mukosa rongga mulut cepat kering akibatnya membuka lapisan dasar epithelium yang lama kelamaan akan mudah luka jika terkena trauma. Resiko ini akan meningkatkan terjadinya RAU. Belum selesai ampe disitu efek dari detergent ini juga dapat merubah indra pearasa. Bisa dibuktikan jika seseorang mengosok gigi dengan pasta berdetergen kemudian makan atau minum, maka rasanya akan berubah. Meskipun masih sementara .Wow.. ngeri sekalee..
Biar rada ilmiah coba baca penelitian yang pernah dilakukan oleh Bente Brokstad Herlofson dan Barkvoll dari Department of Oral Surgery and Oral Medicine, Dental Faculty, University of Oslo, Oslo, Norwegia terhadap 30 orang naracoba adalah membandingkan efek pengunaan pasta gigi dengan detergen dan bebas deterjen terhadap timbulnya RAU. Singkat cerita hasilnya adalah bahwa pasien yang menggunnakan pasta gigi berdetergen lebih sering terkena RAU dibandingkan denga pasien yang bebas detergen. Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Chachine bahwa berkurangnya angka dari kemunculan RAU secara statistik diobservasi selam dua bulan terhadap mereka yang mengunakan pasta gigi yang bebas SLS.
Kesimpulanya adaklah yuk mari kita mulai beralih ke pasta gigi yang bebas detergen. Meskipun harganya agak lebih mahal tapi demi kesehatan yang lebih baik kehidupan yang lebih panjang maka ngga perlu sungkan dan ragu untuk menebus semua itu (halah..). Mulai dari sekarang “No Way pasta gigi berdetergen !!” Emang kita ini cucian dibersihin pake detergen segala.ha.ha.

Baca selengkapnya......

Saturday, October 18, 2008

Go Green Dentistry !!!

Maraknya dampak dari global warming, mendorong banyak orang untuk semakin peduli akan lingkungan sekitar. Termasuk kita, selaku tenaga-tenaga kesehatan gigi dan mulut. Entahkan dokter gigi, perawat maupun tekniker gigi harus senantiasa “aware” bahwa apapun yang kita lakukan dalam praktek harus mengacu pada kondisi yang aman dan ramah lingkungan. Istilah ini sekarang dikenal dengan Green Dentistry. Yaitu pendekatan yang menggabungkan praktik dokter gigi dengan pemeliharaan lingkungan.
Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam praktek dokter gigi banyak menggunakan bahan-bahan toksik. Sebut saja limbah merkuri dalam tambalan amalgam, alat-alat tajam (jarum suntik, pisau bedah), darah, masker, sarung tangan, alat-alat pemanas, obat-obat pulpa, sinar halogen, cairan sinar x dan lead fosil serta cairan pembersih atau disenfektan. Semua limbah tersebut jika tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari lingkungan sekitar akibatnya berpotensi besar menggangu kesehatan manusia pada umumnya. Menurut Prof. Siti Mardewi SA, dalam acara talk show yang diselenggarakan PDGI dan Oral B di Jakarta baru-baru ini bahwa sebaiknya dokter gigi mulai beralih ke bahan-bahan nontoksik guna menciptakan praktek yang ramah lingkungan. Dokter gigi diharapkan mempunyai tanggungjawab dalam memelihara atau melindungi lingkungan tempat praktiknya, mulai dari perlindungan kepada pasien, klinik dan alam sekitar sebagai sumbangan kepada sistem lingkungan hidup sehat”.
Di Amerika sendiri green dentistry bukanlah hal yang baru. Hampir 75 % praktek dokter gigi disana sudah menerapkan konsep ini. Wajar saja, sejak dini saat menjadi mahasiswa kedokteran gigi pengetahuan tentang limbah-limbah yang membahayakan dalam konsep “ Green Dental Office” sudah banyak mereka dapatkan sehingga ketika mereka lulus bisa langsung menerapkannya.
Konsep green dentistry sebenernya cukup sedehana . Seperti yang pernah dilakukan oleh Dokter Namrata Patel di San Francisco Amrik. Dalam mewujudkan konsep ini ia selalu mencoba mengunakan bahan dan peralatan yang aman serta disain ruangan parktek yang ergonomis dan serba hijau sehinga tampak lebih fresh dan nyaman dipandang mata.
Hal lain yang diterapkan Patel adalah dengan selalu menjaga kebersihan air dan sistem penyaringan, sterilisasi dengan uap panas, penggunaan peranti hemat energi, mengurangi limbah dan mencegah polusi serta menganti sinar X tradisional dengan sistem digital yang tingkat radiasinya 75-90% lebih rendah. Yang unik lagi, Dokter Patel mencetak semua kartu nama dan pamfletnya dengan tinta yang terbuat dari kedelai. “Memang terlihat sedikit lebih mahal tapi kita semua perlu berinvestasi untuk masa depan yang lebih “hijau” buat semua orang“ Ujarnya dan “Saya ingin menerapkan pola hidup “hijau” tak hanya dalam pekerjaan, juga interior kantor tempat saya bekerja” tambahnya lagi.. Luar biasa!! Bagi mana dengan kita??

Baca selengkapnya......

Tentang Saya

riwan

Sering dipanggil RIWAN,dokter gigi lulusan Unpad,berdinas di RSUD Sejiran Setason Bangka Barat.Sangat menyukai tantangan dan hal-hal yang baru

riwan's friendster
riwan's facebook

Aturan Main


    Mengutip sebagian atau keseluruhan isi blog ini ke blog Anda dipersilahkan ASAL menyebut URL sumber tulisan dan/atau permanent link artikel yg dikutip.

    Bagi yg baru buat blog di blogger/blogspot, ikuti 4 langkah awal terpenting (klik linknya): Nomor Satu, Nomor Dua, Nomor Tiga, Nomor Empat.

    Komentar, saran atau pertanyaan dapat diajukan melalui bukutamu (recommended), kotak komentar blog atau email ke: martariwansyah_drg@yahoo.com.

    Bagi yg ingin blognya cepat dikenal silahkan tukar link dg blog http://afsyuhud.blogspot.com (link button recommended), salah satu Top Ten Blog Indonesia versi Majalah Tempo. Apabila dalam waktu seminggu blog Anda belum dilink balik (linkback) di blognya, silahkan email ke: fatihsyuhud-at-gmail.com sebagai pemberitahuan.

    Catatan: Link dalam bentuk menu pull-down tidak akan dilinkback.
    Selamat ngeblog!

Kotak Pencarian

Cara cepat cari Artikel, Silahkan masukkan kata kuncinya !! :

Galery Foto

Pengikut

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut Anda tentang Blog Riwan ?

Sangat Informatif
Lumayan membantu
Ekspresif
Biasa saja
Disainnya Bagus
Norak Banget
Capee De..
No Comment

View Results

Online Visitors

Paporit Web

Logo Ku

Photobucket
Copy kode di bawah dan masukkan di situs/blog Anda:

Statistik Blog

buah artikel telah ditulis
buah komentar masuk


Halaman ini telah diakses sebanyak kali sejak tanggal 09 Juni 2006

pengunjung sedang online (view)

Daftar Isi

open all | close all