
Pada kunjungan kedua, seminggu kemudian saat ingin dirawat tiba2 dia mengeluarkan MP3 player dan langsung mendengarkannya. Awalnya saya anggap itu hal biasa, karena itung2 biar dia ngga bosen saat dirawat. Maklum karena memamg perawatannya agak lama. Dan ternayata hasilnya luar biasa.. Saat bor menyentuh gigi, sikapnya dingin sesekali. “ No Reaction “.. saya sih merasa senang aja..karena pekerjaan cepat selesai. Akhirnya setelah sekitar 1 jam perawatan selesai juga. Saya tanya “gimana tadi ketika dirawat apakah ada rasa sakit yang amat sangat? Jawabanya “Ngga tuh..terasa sih iya, cuman ngga sakit..biasa aja..” Wah..luar biasa..
Nah..sobat2 semua yang ingin saya bagi di topik kali ini adalah.. Seberapa besar pengaruh musik terhadap tingkat kecemasan pasien. Baik saat dibor maupun di cabut. Nah..untuk lebih jelasnya silahkan temen2 baca salah satu artikel dari Eric Priyo Prasetyo Mahasiswa PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Dia kupas semuanya dengan bahasan yang ilmiah. Semoga artikel ini bisa sedikit ngejawab kenapa semua itu bisa terjadi. Guud Luck!!
Nah..sobat2 semua yang ingin saya bagi di topik kali ini adalah.. Seberapa besar pengaruh musik terhadap tingkat kecemasan pasien. Baik saat dibor maupun di cabut. Nah..untuk lebih jelasnya silahkan temen2 baca salah satu artikel dari Eric Priyo Prasetyo Mahasiswa PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Dia kupas semuanya dengan bahasan yang ilmiah. Semoga artikel ini bisa sedikit ngejawab kenapa semua itu bisa terjadi. Guud Luck!!
2 comments:
wah....baru tahu nihh
iya, dok pada umumnya orang memang takut ke dokter gigi dengan alasan suara bornya itu yang bikin ngilu dan ngeri ...
kalau saya ga gitu teriak-teriak sih, tapi tegang karena trauma keluarga besar.
Post a Comment