SELAMAT YA SAY.....LULUS KEPERAWATAN UNPAD !!
CIE..CIE..JADI Dini'08 DONG !!!
pOKOKNYA abANG BANGGA SAMA ADEK !!!
i love U so mUCH !!
mUDAH-MUDAHAN INI ADALAH ANUGRAh TERINDAH DARI PENANTIAN SELAMA INI !!
buat Sobat-sobat ku !! Makasih atas DOanya !!!
SUpportnya, masukannya dan kritikannya begitu sangat berarti buat saya dan adikku tercinta (DOmot !!)
Thursday, July 31, 2008
Saturday, May 31, 2008
Anggota DPR Kembali Berulah
Anggota DPR kembali berulah,. kini giliran partai PDIP ketiban malu, karena salah satu kadernya berhasil membuat kembali berita spektakuler tentang kebobrokan penghuni-penghuni rumah rakyat tersebut, heran mamang..?? Seolah-olah tak mau berkaca dan menutup mata atas apa-apa yang dilakukan pendahulu-pendahulunya. Bayangkan tak berhenti setelah kasus Yahya Zaini(Golkar)(video porno),Amin Nasution (PPP)(dugaan korupsi) kini giliran Max Moein (PDIP)kembali membuat Rakyat Geger, dengan beredarnya foto-foto mesum ala bintang panas ditambah tuduhan pelecehan sexual. Puiiihhhhh !! Memuakkan memang..ditengah-tengah suasana keprihatinan bangsa saat ini, anggota dewan yang kantanya "begitu terhormat" justru memperkeruh keadaan, bukannya sibuk menolong rakyat yang sedang ketiban susah akibat dampak kenaikan BBM, eh malah mencoreng amanah yang sudah diberikan. Jadi wajar aja kalo BBM tetep naik, lah wong orang2 didalamnya sibuk sendiri ngurusin masalah pribadi.
Seperti membenarkan tentang apa yang pernah disampaikan oleh SLANK tentang gosip jalanan, ternyata memang tak bisa dipungkiri bahwa anggota dewan bener-bener sebagai mafia judi,mafia narkoba,mafia selangkangan,mafia peradilan dan mafia pemilu yang digaji pake uang rakyat tapi justru bikin rakyat tambah melarat !! Naas Memang...
Nah..buat kita para rakyat hendaklah lebih pintar dan cerdas dalam memilih wakil-wakil kita di pemilu nanti, jangan tertipu dengan wajah cupu, peke dasi biru, mobil mercedes baru padahal perilaku selalu bikin malu..Wallahualam (memang tidak semuanya,tapi semuanya berpeluang besar untuk berbuat salah)
Seperti membenarkan tentang apa yang pernah disampaikan oleh SLANK tentang gosip jalanan, ternyata memang tak bisa dipungkiri bahwa anggota dewan bener-bener sebagai mafia judi,mafia narkoba,mafia selangkangan,mafia peradilan dan mafia pemilu yang digaji pake uang rakyat tapi justru bikin rakyat tambah melarat !! Naas Memang...
Nah..buat kita para rakyat hendaklah lebih pintar dan cerdas dalam memilih wakil-wakil kita di pemilu nanti, jangan tertipu dengan wajah cupu, peke dasi biru, mobil mercedes baru padahal perilaku selalu bikin malu..Wallahualam (memang tidak semuanya,tapi semuanya berpeluang besar untuk berbuat salah)
Tuesday, May 27, 2008
Oral Linchen Planus
Definisi
Merupakan suatu inflamasi kronis yang bersifat immunologi yang umum terjadi pada kulit dan bermanifestasi pada oral.
Umumnya tidak diketahui secara pasti meskipun bukti menunjukkan bahwa OLP adalah kelainan imunologik, kemungkinan suatu penyakit autoimun, dimana limfosit T merusak lapisan sel basal dari sel epitel yang terkena. Subset sel T CD4 maupun CD 8 sudah dijumpai dalam populasi limfosit Sub Mukosa. Orang yang gugup dan emosional merupakan predisposisi untuk OLP. Sebagaian besar pasien adalah wanita diatas Usia 40 th. Penyakit tersebut menunjukkan kemunduran dengan periode-periode perdarahan dan kekambuhan...
Makalah lengkap, silahkan download disini
Monday, May 26, 2008
Mukositis Oral
Pendahuluan Mucositis Oral adalah keadaan yang menyebabkan rasa sakit, peradangan atau ulcerasi pada lapisan mulut, yang bisa menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. Ulser-ulser ini dapat menyebar dan berdarah. Rasa sakit yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kesulitan saat makan atau minum Mucositis Oral mengenai hampir semua pasien-pasien yang menerima radioterapi untuk kanker-kanker kepala dan leher, dan di atas 70% dari pasien-pasien tersebut menggunakan chemotherapi dengan dosis tinggi.
Etiologi
Penyakit berbahaya dan penggunaan chemotherapi dengan dosisi tinggi adalah 2 faktor penting dalam menentukan kejadian dan keparahan dari mukositis oral. Kerusakan pembuluh darah dan kelainan stomatotoxic menjurus kepada mukositis oral lebih parah, tetapi masih banyak factor-faktor yang dapat memodifikasi kejadian dan keparahan dari mukositis oral.
Pathophysiology
Chemotherapi dan radiotherapi menyerang sel-sel ketika mereka sedang dalam proses pemisahan. Sel-sel yang terbagi paling sering kali rusak dan ini bisa termasuk sel-sel sehat sama seperti sel-sel kanker. Ketika sel-sel yang sehat dalam rongga mulut rusak, selaput mukosa dari mulut menipis atau berkurang, menyebabkan mudah terserang infeksi atau terbentuk ulserasi. Gejala-gejala mucositis oral biasanya berkembang 7–10 hari setelah permulaan chemotherapi dan dapat berlangsung sampai dua minggu setelah perawatan berakhir. Jika perlu, perawatan kanker dapat dikurangi atau dihentikan sementara.
Pathophysiology dari mucositis dapat dibagi menjadi 5 tahapan; termasuk tahap inisiasi, tahap generasi pesan, tahap pemberian isyarat dan pembesaran, tahap ulcerasi dan tahap penyembuhan. Perbedaan sitokin-sitokin bertanggung jawab atas berbagai tahapan ini. Tahap inisiasi termasuk pertambahan jenis oksigen yang reaktif (ROS) yang disebabkan oleh produksi radikal bebas oleh radioterapi atau chemoterapi, dimana radikal bebas ini akan merusak sel-sel DNA sehingga menyebabkan produksi faktor-faktor transkripsi sel seperti NFkB, sitokin-sitokin tidak teratur. Sehingga menyebabkan perubahan biologis dan luka pada mukosa oral. Hal ini merupakan pertanda dari tahap awal ulcerasi. Sitokin-sitokin terlibat yang menyebabkan peradangan utama adalah IL-1 dan TNF-alpha. Tahap Upregulation dan generasi pesan terjadi sebagai hasil pengaktifan transkripsi factorsby dari kedua terapi radiasi maupun chemotherapi. Ketika dikatifkan, mereka mengendalikan sintese dari protein-protein (sitokin-sitokin), yang mana menyebabkan jaringan target spesifik, mengakibatkan kerusakan jaringan lebih jauh. Selama tahap pemberian isyarat dan pembesaran, adanya kerusakan langsung pada sel-sel oleh sitokin-sitokin, dengan pengaktifan faktor nekrosis tumor (TNF)-A, menimbulkan serangan balik yang mengarah pada perubahan pertambahan radang suatu. Kerusakan ini terjadi di bawah permukaan mucosal. Tahap Ulcerasi secara klinis sangat jelas, meluas dari epitelium ke submucosa, dengan paparan dari akhiran-akhiran neuron yang merespon terhadap rasa nyeri. Daerah ulser mengalami kolonisasi yang menembus ke dalam sekitar jaringan, mendorong ke arah rangsangan sitokin-sitokin proinflammatory. Di dalam tahap penyembuhan, permukaan dari ulser menjadi tertutup dengan epitelium, (re-epithelialisasi dari ulser), mendorong ke arah lapisan sel-sel sehat dan akhirnya terbentuk mukosa normal kembali.
Manifestasi Klinis
Sebagai akibat dari kematian sel dalam reaksi kemo atau radio-therapi, lapisan mucosal mulut menjadi tipis, mudah mengelupas dan kemudian menjadi merah, meradang dan terbentuk ulser.. Ulser tersebut dilapisi oleh suatu gumpalan fibrin putih yang kekuning-kuningan disebut sebagai pseudomembrane. Tampak warna merah disekelilingnya. Ulser ini berukuran 0.5 cm sampai lebih dari 4 cm. Mucositis oral sangat menyakitkan. Tingkatan rasa nyeri biasanya berhubungan dengan banyaknya jaringan yang rusak. Penderitaan ini sering digambarkan sebagai suatu sensasi nyala yang disertai dengan kemerahan. Karena rasa nyeri tersebut, pasien mengalami gangguan pembicaraan, makan, minum atau bahkan membuka mulut.
A. Erythematous oral mucositis lesion pada mukosa bukal
B. Ulcerative oral mucositis lesion pada mukosa bukal
C. Ulcerative oral mucositis lesion pada lateral and ventral permukaan lidah
D. Ulcerative oral mucositis lesions pada labial mukosa and dasar mulut
Faktor Resiko
Identifikasi awal dari pasien-pasien yang beresiko terhadap munculnya mukositis oral adalah penting. Pencegahan dan strategi penanganan mungkin bisa disatukan ke dalam rencana perawatan. Faktor-faktor resiko tersebut telah digolongkan ke dalam 2 kategori :
Faktor-faktor resiko terkait dengan pasien:
" Umur (lebih beresiko pada orang tua)
" Seks (bahwa wanita-wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi)
" Merokok
" Alkohol
" Perawatan kanker sebelumnya
" Fungsi ginjal tidak biasa
" Buruknya kebersihan rongga mulut lemah(miskin
" Berat badan yang dibawah standart
" Menurunnya produksi air liur
Faktor-faktor resiko terkait dengan perawatan
" Agen-agen chemotherapi spesifik; misalnya, antimetabolit-antimetabolit, antitumor, antibiotik, agen alkylating
" Dosis dari agen-agen chemotherapi dan jadwal perawatan
" Kombinasikan terapi yang digunakan: radiasi dan chemotherapi membawa resiko lebih besar
Perawatan
Perawatan yang dilakukan pada mukositis oral hanya dapat membantu mengatur rasa sakit. Tujuannya adalah untuk melindungi area ulserasi, mengurangi rasa nyeri dan mengurangi peradangan. Kebersihan rongga mulut adalah syarat utama dari perawatan; dimana pasien-pasien dimotivasi untuk membersihkan mulut mereka setiap empat jam terutama saat mau tidur. Karena jika dibiarkan kondisi ini akan membuat mucositis menjadi lebih buruk. Jeli-jeli yang larut dalam air dapat digunakan untuk membasahi permukaan rongga mulut. Berkumur dengan air garam dapat mengurangi rasa sakit dan menjaga partikel-partikel makanan tetap bersih sehingga mencegah terjadinya infeksi. Pasien-pasien juga didorong untuk banyak minum air, sedikitnya tiga liter/hari, dan menghindari alkohol. Buah-buahan yang asam, alkohol, dan makanan-makanan yang panas, semuanya dapat mempeparah terjadinya mucositis oral. Obat kumur yang biasa digunakan adalah Chlorhexidine gluconate dan Lidocain yag berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit. Palifermin atau yang dikenal sebagai "Kepivance", adalah Human KGF (keratinocyte growth factor) yang memperlihatkan perkembangan sel epitelium, pembedaan, dan migrasi. Terapi-terapi sebelumnya telah dilaporkan, termasuk pemakaian sitokin-sitokin dan pemodifikasi lain dari radang (misalnya, IL-1, IL-11, TGF-BETA3), asam amino supplementation (seperti, glutamina), vitamin-vitamin, faktor-faktor perangsang koloni, cryotherapy, dan terapi laser. Perawatan-perawatan untuk menghilangkan rasa sakit sudah tersedia, termasuk Gelclair, yang tersedia di resep obat NHS. Ketika dikumur-kumur, cairan ini akan membentuk suatu salut pelindung terhadap mukosa oral yang ditujukan untuk pemulihan rasa sakit. Perlekatan gel pada rongga mulut dapat digunakan sebagai bahan pembilas. Agen-agen pembentukan film di dalam bungkusan Gelclair melapisi mukosa oral untuk melindungi dari jaringan ulserasi dan melindungi paparan akhiran saraf.
Komplikasi
Adanya rasa sakit atau ulserasi dapat terinfeksi oleh virus, bakteri atau jamur Rasa sakit berlebih dan hilangnya persepsi rasa akan semakin menyulitkan saat makan, sehingga mengakibatkan turunnya berat badan. Ulserasi merupakan lokasi yang terinfeksi secara lokal dan dapat sebagai pintu gerbang masuknya mikroorganisme lain dalam rongga mulut, dalam beberapa kejadian, dapat menyebabkan keracunan darah (terutama pada pasien-pasien yang immunosuppresif). Kira-kira setengah dari semua pasien yang menjalani chemotherapi tersebut dapat berkembang menjadi mukositis oral yang lebih parah lagi jika tidak ada pembatasan dosis sehingga perawatan kanker pada pasien harus dimodifikasi.
Referensi
1. Eilers J, Million R. Prevention and management of oral mucositis in patients with cancer. Semin Oncol Nurs. 2007;23:201-212.
2. Peterson D. New strategies for management of oral mucositis in cancer patients. J Support Oncol. 2006;4(2 suppl 1):9-13.
3. Sonis ST. Pathobiology of mucositis. Semin Oncol Nurs. 2004;20:11-15.
4. Cawley MM, Benson LM. Current trends in managing oral mucositis. Clin J Oncol Nurs. 2005;9:584-592.
Etiologi
Penyakit berbahaya dan penggunaan chemotherapi dengan dosisi tinggi adalah 2 faktor penting dalam menentukan kejadian dan keparahan dari mukositis oral. Kerusakan pembuluh darah dan kelainan stomatotoxic menjurus kepada mukositis oral lebih parah, tetapi masih banyak factor-faktor yang dapat memodifikasi kejadian dan keparahan dari mukositis oral.
Pathophysiology
Chemotherapi dan radiotherapi menyerang sel-sel ketika mereka sedang dalam proses pemisahan. Sel-sel yang terbagi paling sering kali rusak dan ini bisa termasuk sel-sel sehat sama seperti sel-sel kanker. Ketika sel-sel yang sehat dalam rongga mulut rusak, selaput mukosa dari mulut menipis atau berkurang, menyebabkan mudah terserang infeksi atau terbentuk ulserasi. Gejala-gejala mucositis oral biasanya berkembang 7–10 hari setelah permulaan chemotherapi dan dapat berlangsung sampai dua minggu setelah perawatan berakhir. Jika perlu, perawatan kanker dapat dikurangi atau dihentikan sementara.
Pathophysiology dari mucositis dapat dibagi menjadi 5 tahapan; termasuk tahap inisiasi, tahap generasi pesan, tahap pemberian isyarat dan pembesaran, tahap ulcerasi dan tahap penyembuhan. Perbedaan sitokin-sitokin bertanggung jawab atas berbagai tahapan ini. Tahap inisiasi termasuk pertambahan jenis oksigen yang reaktif (ROS) yang disebabkan oleh produksi radikal bebas oleh radioterapi atau chemoterapi, dimana radikal bebas ini akan merusak sel-sel DNA sehingga menyebabkan produksi faktor-faktor transkripsi sel seperti NFkB, sitokin-sitokin tidak teratur. Sehingga menyebabkan perubahan biologis dan luka pada mukosa oral. Hal ini merupakan pertanda dari tahap awal ulcerasi. Sitokin-sitokin terlibat yang menyebabkan peradangan utama adalah IL-1 dan TNF-alpha. Tahap Upregulation dan generasi pesan terjadi sebagai hasil pengaktifan transkripsi factorsby dari kedua terapi radiasi maupun chemotherapi. Ketika dikatifkan, mereka mengendalikan sintese dari protein-protein (sitokin-sitokin), yang mana menyebabkan jaringan target spesifik, mengakibatkan kerusakan jaringan lebih jauh. Selama tahap pemberian isyarat dan pembesaran, adanya kerusakan langsung pada sel-sel oleh sitokin-sitokin, dengan pengaktifan faktor nekrosis tumor (TNF)-A, menimbulkan serangan balik yang mengarah pada perubahan pertambahan radang suatu. Kerusakan ini terjadi di bawah permukaan mucosal. Tahap Ulcerasi secara klinis sangat jelas, meluas dari epitelium ke submucosa, dengan paparan dari akhiran-akhiran neuron yang merespon terhadap rasa nyeri. Daerah ulser mengalami kolonisasi yang menembus ke dalam sekitar jaringan, mendorong ke arah rangsangan sitokin-sitokin proinflammatory. Di dalam tahap penyembuhan, permukaan dari ulser menjadi tertutup dengan epitelium, (re-epithelialisasi dari ulser), mendorong ke arah lapisan sel-sel sehat dan akhirnya terbentuk mukosa normal kembali.
Manifestasi Klinis
Sebagai akibat dari kematian sel dalam reaksi kemo atau radio-therapi, lapisan mucosal mulut menjadi tipis, mudah mengelupas dan kemudian menjadi merah, meradang dan terbentuk ulser.. Ulser tersebut dilapisi oleh suatu gumpalan fibrin putih yang kekuning-kuningan disebut sebagai pseudomembrane. Tampak warna merah disekelilingnya. Ulser ini berukuran 0.5 cm sampai lebih dari 4 cm. Mucositis oral sangat menyakitkan. Tingkatan rasa nyeri biasanya berhubungan dengan banyaknya jaringan yang rusak. Penderitaan ini sering digambarkan sebagai suatu sensasi nyala yang disertai dengan kemerahan. Karena rasa nyeri tersebut, pasien mengalami gangguan pembicaraan, makan, minum atau bahkan membuka mulut.
A. Erythematous oral mucositis lesion pada mukosa bukal
B. Ulcerative oral mucositis lesion pada mukosa bukal
C. Ulcerative oral mucositis lesion pada lateral and ventral permukaan lidah
D. Ulcerative oral mucositis lesions pada labial mukosa and dasar mulut
Faktor Resiko
Identifikasi awal dari pasien-pasien yang beresiko terhadap munculnya mukositis oral adalah penting. Pencegahan dan strategi penanganan mungkin bisa disatukan ke dalam rencana perawatan. Faktor-faktor resiko tersebut telah digolongkan ke dalam 2 kategori :
Faktor-faktor resiko terkait dengan pasien:
" Umur (lebih beresiko pada orang tua)
" Seks (bahwa wanita-wanita mempunyai resiko yang lebih tinggi)
" Merokok
" Alkohol
" Perawatan kanker sebelumnya
" Fungsi ginjal tidak biasa
" Buruknya kebersihan rongga mulut lemah(miskin
" Berat badan yang dibawah standart
" Menurunnya produksi air liur
Faktor-faktor resiko terkait dengan perawatan
" Agen-agen chemotherapi spesifik; misalnya, antimetabolit-antimetabolit, antitumor, antibiotik, agen alkylating
" Dosis dari agen-agen chemotherapi dan jadwal perawatan
" Kombinasikan terapi yang digunakan: radiasi dan chemotherapi membawa resiko lebih besar
Perawatan
Perawatan yang dilakukan pada mukositis oral hanya dapat membantu mengatur rasa sakit. Tujuannya adalah untuk melindungi area ulserasi, mengurangi rasa nyeri dan mengurangi peradangan. Kebersihan rongga mulut adalah syarat utama dari perawatan; dimana pasien-pasien dimotivasi untuk membersihkan mulut mereka setiap empat jam terutama saat mau tidur. Karena jika dibiarkan kondisi ini akan membuat mucositis menjadi lebih buruk. Jeli-jeli yang larut dalam air dapat digunakan untuk membasahi permukaan rongga mulut. Berkumur dengan air garam dapat mengurangi rasa sakit dan menjaga partikel-partikel makanan tetap bersih sehingga mencegah terjadinya infeksi. Pasien-pasien juga didorong untuk banyak minum air, sedikitnya tiga liter/hari, dan menghindari alkohol. Buah-buahan yang asam, alkohol, dan makanan-makanan yang panas, semuanya dapat mempeparah terjadinya mucositis oral. Obat kumur yang biasa digunakan adalah Chlorhexidine gluconate dan Lidocain yag berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit. Palifermin atau yang dikenal sebagai "Kepivance", adalah Human KGF (keratinocyte growth factor) yang memperlihatkan perkembangan sel epitelium, pembedaan, dan migrasi. Terapi-terapi sebelumnya telah dilaporkan, termasuk pemakaian sitokin-sitokin dan pemodifikasi lain dari radang (misalnya, IL-1, IL-11, TGF-BETA3), asam amino supplementation (seperti, glutamina), vitamin-vitamin, faktor-faktor perangsang koloni, cryotherapy, dan terapi laser. Perawatan-perawatan untuk menghilangkan rasa sakit sudah tersedia, termasuk Gelclair, yang tersedia di resep obat NHS. Ketika dikumur-kumur, cairan ini akan membentuk suatu salut pelindung terhadap mukosa oral yang ditujukan untuk pemulihan rasa sakit. Perlekatan gel pada rongga mulut dapat digunakan sebagai bahan pembilas. Agen-agen pembentukan film di dalam bungkusan Gelclair melapisi mukosa oral untuk melindungi dari jaringan ulserasi dan melindungi paparan akhiran saraf.
Komplikasi
Adanya rasa sakit atau ulserasi dapat terinfeksi oleh virus, bakteri atau jamur Rasa sakit berlebih dan hilangnya persepsi rasa akan semakin menyulitkan saat makan, sehingga mengakibatkan turunnya berat badan. Ulserasi merupakan lokasi yang terinfeksi secara lokal dan dapat sebagai pintu gerbang masuknya mikroorganisme lain dalam rongga mulut, dalam beberapa kejadian, dapat menyebabkan keracunan darah (terutama pada pasien-pasien yang immunosuppresif). Kira-kira setengah dari semua pasien yang menjalani chemotherapi tersebut dapat berkembang menjadi mukositis oral yang lebih parah lagi jika tidak ada pembatasan dosis sehingga perawatan kanker pada pasien harus dimodifikasi.
Referensi
1. Eilers J, Million R. Prevention and management of oral mucositis in patients with cancer. Semin Oncol Nurs. 2007;23:201-212.
2. Peterson D. New strategies for management of oral mucositis in cancer patients. J Support Oncol. 2006;4(2 suppl 1):9-13.
3. Sonis ST. Pathobiology of mucositis. Semin Oncol Nurs. 2004;20:11-15.
4. Cawley MM, Benson LM. Current trends in managing oral mucositis. Clin J Oncol Nurs. 2005;9:584-592.
Friday, April 25, 2008

Spesifikasi :
Harga : Rp.20.000,-
Penerbit : Salamadani Publishing
Jl. Pasirwangi I No. 3 Bandung 40254.
Tebal Buku:99Hal
Jenis: Fast Book (Buku santai tapi ilmiah)
Dapatkan Segera di toko-toko buku kesayangan Anda !!
PREVIEW:
Alhamdulillah Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat, kemudahan dan kelancaran atas terbitnya buku pertama ini. Sholawat serta salam juga tidak lupa tercurah kepada Baginda Rasullullah Muhammad SAW, yang telah menjadi acuan dan tuntunan atas segenap ilmu kehidupan dan pengetahuan hidup. Kepada para keluarga, sahabat dan pengikutnya sampai akhir zaman.
Adalah dambaan setiap orang ingin mempunyai gigi kuat dan mulut yang sehat, tapi sayang hanya sedikit orang yang tahu dan paham bagaimana mewujudkannya. Hampir setiap hari selalu saja ada orang yang mengeluh sakit gigi, entahkah karena gigi berlubang, gusi bengkak dan berdarah, belum lagi ditambah masalah–masalah lainnya seperti gigi berjejal, pewarnaan pada gigi, sariawan dll. Masalah kesehatan gigi dan mulut memang ngga bisa disepelekan. Kondisi oral hygine (kebersihan mulut) yang buruk dan terus dibiarkan dapat mengkibatkan gangguan kesehatan umum lainnya. Entahkan itu sakit kepala, penyakit jantung, lambung ,mata dll. Maka dari itu melihat pentingnya peranan kesehatan gigi dan mulut terhadap kesehatan umum lainnya, menuntut kita harus pandai-pandai dalam menjaga dan merawatnya. Tujuannya hanya satu supaya terhindar dari yang namaya sakit gigi.
Merawat dan menjaga kesehatan gigi dan mulut sebenernya gampang-gampang susah, asalkan kita tau caranya, Insya Allah semua bisa teratasi. Akan tetapi hanya sedikit orang yang sadar akan hal tersebut. Maka dari itu harapannya adalah kehadiran buku ini dapat memberikan pencerahan dan gambaran, meskipun masih banyak kekurangan.
Nahh..buku ini akan banyak bercerita tentang Pengetahuan, Seputar Bagaimana Cara Mudah Menjaga kesehatan gigi dan mulut serta permasalahan-permasaahan apa saja yang sering kita alami. Didisain sengaja dengan gaya bahasa gaul, santai, renyah namun sedikit ilmiah. Dengan tujuan agar istilah-istilah kesehatan gigi yang selama ini sulit dicermati kini mudah sekali untuk dipahami sehingga gampang diterapkan di kehidupan sehari-hari. Awalnya buku ini diprioritaskan bagi kaum remaja muda dan dewasa aktif yang sangat memperhatikan penampilan diri. Namun tidak menutup kemungkinan buku inipun cocok untuk semua umur dan kalangan.
Terakhir Penulis ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT, Ayah, Mama’, Dek dian, Mak We dan Pak We atas support dan do’anya. Prof. DR. Eky S. Soeria Soemantri, drg., Sp. Ort., selaku Dekan FKG Unpad yang sudah memberikan komentar dan sumbangan gambar-gambarnya. Terima kasih banyak Prof.. begitu sangat bermanfaat. Rasmi Rikmasari, drg., Sp. Pros yang telah bersedia menjadi editor ahli buku kecil ini. Maaf ya dok…jadi ganggu jadwal prateknya waktu itu..Tidak lupa pula Kepada Risti Saptarini,drg. Sp. KGA, Ratna Indriyanti,drg. Sp. KGA dan Taufik Hidayat, drg yang sudah meluangkan waktu jaga kliniknya untuk memberikan masukan dan mengoreksi isi buku ini..sekali lagi, makasih banyak ya dok, punten (maaf) udah ngerepotin. Hary, drg di Puskesmas Jatinangor, hatur tengkyu dok atas petuah-petuahnya, sangat begitu luar biasa. Juga Kepada Kang Tasaro, yang sudah memberikan masukan dan bantuan sehingga bisa terbitnya buku ini. Mudah-mudahan ngga kapok ya kang..Ngga lupa juga buat Santi Karunia yang udah rela laptopnya dipinjemin terus, untung aja ngga kena virus…maaf san kalo ngebalikinnya agak telat..Adik kecilku dini yang manis juga rada nyebelin, tukang pundung..makasih ya..udah mau nemenin abang malem-malem begadang buat nyelesaian buku ini..Koreksi2nya dan omelan2nya, semua berharga banget..makasih ya honey…I love U. Serta sobat-sobatku semua yang udah nge-support untuk terbitnya buku ini, Mejal, Takwir, Arian, Didi, Zaal, Anggra, Kang Findo, Kang Panji, Putra dll...hatur nuhun..Serta semua pihak yang ngga bisa saya sebutkan satu per satu, Thanks A Lot..semuanya begitu berarti.
Tak lupa penulis berharap atas masukan dan kritikan membangun agar kedepannya nanti bisa lebih baik lagi…Ngga usah ragu-ragu langsung sampaikan saja ke :
martariwansyah_drg@yahoo.com / www.martariwansyah.blogspot.com
Martariwansyah, SKG
Subscribe to:
Posts (Atom)

