Pages

Showing posts with label Kesehatan Gigi. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan Gigi. Show all posts

Friday, April 11, 2014

Indirect Onlay Composite Sebagai Tambalan Sementara

Salah satu handmate Indirect Onlay Composite selama1,5 jam dengan  composite Dentsply CeramX  Mono. Digunakan sebagai restorasi Onlay sementara. Tahapannya: Pertama setelah mendapatkan model kerjanya ( 1) maka di aplikasikan larutan CMS disekitar kavitas dengan tujuan agar restorasi mudah dilepas dari kavitas. Kemudian aplikasikan komposit warna A3 dengan teknik centripetal dengan pertama kali  membentuk bagian dinding bukomesial dilanjutkan dengan bagian dasar kaviatas (2) lalu lakukan peninggian bagian bukomesial sampai oklusal (3). Berikutnya aplikasikan composite dengan selapis demi selapis sampai bagian oklusal dengan composite warna A2 dengan diikuti pembentukan detail bagian fit, fissure dan groove (4) . Terakhir dilakukan pemolesan menggunakan soflex 3M (5). Beginilah hasilnya...(6)


Wednesday, April 09, 2014

Tambalan kelas 1 composite dengan tehnik cups successive buildup



Selamat pagi dan tetep semangat,,,bagaimana kabar TS semua semoga tetap dalam lindungan Allah SWT. yuk kita lanjut diskusi kasusnya..Begini ni ceritanya 2 hari yang lalu saya kedatangan pasien laki-laki umur 21 th, mengeluhkan gigi geraham kanan bawah berlubang sejak 6 bulan yang lalu, sering terasa ngilu jika terkena minuman dingin dan manis, belum pernah sakit berdenyut. Pasien ingin gigiya ditambal. Selama anamnesis pasien tidak mengeluhkan adanya riwayat sistemik dan riwayat penyakit gigi lainnya. Pada pemeriksaan klinis ditemukan karies media di bagian oklusal yang hampir mengenai daerah mesial . Sondasi positif, tekan dan perkusi negatif, tidak terdapat kegoyangan dan jaringan sekitar dalam batas normal. Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan diagnosis nya pulpitis reversible gigi 46 dengan rencana perawatan penambalan kelas 1 composite dengan  tehnik cups successive buildup.


Sunday, March 16, 2014

Dampak Penggunaan Arsen



Selamat malam TS semua..semoga tetap dalam lindungan Allah SWT. ..Amiiinn

Setelah meninjau beberapa jurnal sebelumnya. Maka pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi satu topik yang cukup menarik dan seringkali kita lakukan namun sangat bahaya jika terus dibiarkan. Adalah arsen triokside (As2O3) salah satu bahan yang biasa digunakan dalam perawatan  devitalisasi di bidang kedokteran gigi. Meskipun mempunyai efek samping yang sangat toksik, arsen sering manjadi pilihan utama bagi beberapa dokter gigi. Entahlah apa karena keterbatasan alat dan ketidakmampuan tehnik sehingga perawatan saluran akar yang ideal sulit untuk dilakukan. Penulis belum menemukan referensi baik dari textbook maupun jurnal yang menyatakan bahwa perawatan devitalisasi dengan menggunakan arsen trioksid maupun formaldehid berhasil dengan baik, meskipun secara eviden base atau pengalaman beberapa dokter gigi dilapangan keberhasilan perawatan devitalisasi cukup memuaskan. Namun yang perlu diingat perawatan devitalisasi yang tidak dikerjakan dengan hati-hati memiliki efek samping yang cukup membahayakan. Menurut Endang Sukartini dkk dalam jurnalnya Endodontic Treatment failure caused by arsen utilization as devitalization material  menyatakan bahwa  penggunaan arsen dalam mematikan pulpa dapat juga menyebabkan kerusakan jaringan periodontal, periodontitis, abses, osteomyelitis dan bahkan kematian. Maka dari itu hal-hal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi para praktisi.

Saturday, March 01, 2014

Biodentine ™



Biodentine ™ :
Semen bioaktif baru untuk tindakan direct pulp capping

Oleh : Till Dammaschke
Diterjemahkan oleh drg.Martariwansyah

Ringkasan
     Biodentine ™  adalah semen bioaktif baru dengan bahan-bahan mekanis menyerupai dentin. Biodentine ™  digunakan sebagai pengganti dentin pada mahkota dan akar. Biodentine ™ memiliki efek positif pada sel pulpa vital dan merangsang pembentukan dentin tersier. Pada saat berkontak langsung  dengan jaringan pulpa maka akan merangsang  pembentukan dentin reparatif . Hal ini mendorong penggunaannya untuk direct capping setelah pulpa terekpose akibat kesalahan prosedural  pada gigi 1.5 pasien  laki-laki umur 22 tahun. Pertama, seluruh rongga diisi dengan Biodentine ™ . Tiga bulan kemudian semen dikurangi dan ditambal dengan komposit. Saat follow up 6 bulan kemudian, pada pemeriksaan  klinis gigi tampak normal, tes sensitifitas positif dan tes perkusi negatif. Rontgen foto menunjukkan tidak ada kelainan periapikal. Bahan-bahan penyusun Biodentine ™  semakin  ditingkatkan, sehingga produk ini dapat menjadi alternatif yang menarik selain kalsium hidroksida. Biodentine ™ bermanfaat untuk direct pulp capping; dalam kasus-kasus tertentu dapat menghasilkan vitalitas gigi dalam jangka panjang.

Friday, February 28, 2014

Biofilm



Biofilm
Oleh :
drg.M Yoga Widiyanto, drg. Martariwansyah, drg. Snataka Pribadidan drg.Alfiani
(Residen Konservasi Gigi Unpad Tahun 2013)




Bakteri adalah penyebab utama dalam penyakit periodontal. Lebih dari 500 jenis bakteri yang dapat ditemukan dalam plaque.1  Bakteri ini berevolusi untuk bertahan hidup di permukaan gigi, epitel gingiva, dan rongga mulut. Penemuan terbaru menyatakan bahwa plak gigi adalah biofilm. Perubahan konsep tentang struktur plak gigi telah meningkatkan pemahaman kita tentang mengapa periodontitis sangat sulit untuk diatasi dan akan mempengaruhi cara yang digunakan untuk mencegah dan mengendalikan periodontitis di masa yang akan datang.
Download makalah lengkap disini

Wednesday, February 26, 2014

Efek anestesi lokal



Efek anestesi lokal yang berdurasi panjang terhadap nyeri setelah dilakukan perawatan saluran akar pada gigi dengan pulpitis irreversible: Uji klinis secara acak
 

Ahmed Al-Kahtani *
Department of Restorative Dental Sciences, College of Dentistry, King Saud University, P.O. Box 60169, Riyadh 11545, Saudi Arabia

Received 1 December 2012; accepted 10 January 2013, Available online 26 January 2013

Kata Kunci
Anestesi lokal , Pulpitis Irreversible , Nyeri setelah tindakan , Lidokain, Bupivakain

Abstrak
Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk membandingkan Efek obat anestesi lokal yang berdurasi panjang terhadap rasa sakit setelah dilakukan tindakan perawatan saluran akar pada gigi dengan pulpitis irreversible

Saturday, March 12, 2011

Kuak Misteri, Gigi Manusia Hobit Flores Dibor


Masih jadi kontroversi, apakah hobit Flores adalah spesies baru atau manusia purba kerdil.

VIVAnews -- Hingga saat ini, fosil wanita yang ditemukan di Liang Bua, Flores, masih jadi misteri. Sebab, ukurannya jauh lebih kecil dari manusia normal, sekitar 1 meter.


Perdebatan pun mengemuka, apakah 'Homo floresiensis 'alias manusia 'hobit' dari Flores itu adalah spesies baru nenek moyang kita atau manusia purba yang menderita kelainan genetika yang membuatnya bertubuh mini.

Tuesday, December 30, 2008

Sembuhkan Luka Luar Dengan Air Liur

Pernahkah Anda perhatikan, jika Anda mencabut gigi, maka luka karena cabutan gigi cepat sekali sembuh. Hal ini berbeda dengan luka yang dialami seseorang di kulit yang cenderung lebih lama sembuhnya. Apalagi, jika sampai terjadi operasi, penyembuhannya bisa memakan waktu hingga berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Ternyata perbedaan ini terjadi karena luka pada cabutan gigi terkena air liur. Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti Belanda melakukan penelitian dengan mengidentifikasi satu zat di dalam air liur manusia.

Dalam laporan di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology, para peneliti menemukan protein kecil histain di dalam air liur manusia yang dapat membunuh bakteri sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan harapan pada seseorang yang menderita luka kronis seperti penderita diabetes, luka traumatis, maupun luka bakar.

Studi ini diperuntukan bukan hanya menjawab mengapa hewan menjilat luka mereka namun studi ini lebih jauh diperuntukkan agar kita dapat memandang bahwa air liur merupakan salah satu sumber obat baru. Karena air liur diproduksi secara masal, maka air liur dapat berfungsi sama dengan krim antibiotik maupun alkohol gosok.

Jika terluka karena terkena sesuatu atau terjatuh kita dapat menggunakan air liur untuk mengobatinya. Tinggal oleskan ke bagian luka, maka luka tersebut akan lebih cepat sembuh. Bagaimana pendapat Anda? disadur dari Team Andriewongso.com

Sunday, November 09, 2008

Keajaiban Bersiwak !!

MediaMuslim.Info –
Bersiwak adalah termasuk dari bagian dari sunnah para Rasul, sebagaimana hadits dari Abu Ayyub ra:
“Ada empat hal yang termasuk dari sunnah para Rasul; Memakai minyak wangi, menikah, bersiwak dan malu.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Siwak memiliki beberapa faedah yang sangat besar, diantaranya yang paling besar adalah yang telah dianjurkan oleh hadits :
“Siwak itu pembersih mulut dan diridhai Allah.” (HR. Ahmad)
Bersiwak adalah dengan menggunakan batang yang lembut dari pohon arok, zaitun, urjun atau yang semisalnya yang tidak menyakiti atau melukai mulut.. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh kita gunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut, sehingga batang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi; bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah, sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk bersiwak; seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak sehingga bisa mengotori mulut. (syarhul mumti’ 1/118)

Sebagian ulama berpendapat tidaklah dikatakan bersiwak dengan sikat gigi adalah sunnah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, karena siwak berbeda dengan sikat gigi. Siwak memiliki banyak kelebihan dibandingkan sikat gigi. Namun pendapat yang benar bahwasanya jika tidak terdapat akar atau dahan pohon untuk bersiwak maka boleh kita bersiwak dengan menggunakan sikat gigi biasa karena illah (sebab) disyariatkannya siwak adalah untuk membersihkan gigi. Bahkan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah besiwak dengan jarinya ketika berwudhu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, yang artinya: ”Beliau memasukkan jarinya (ke dalam mulutnya-pent) ketika berwudlu dan menggerak-gerakkannya” (Hr: Ahmad dalam musnadnya 1/158. Berkata Al-Hafizh dalam talkhis 1/70 setelah beliau membawakan hadits-hadits tentang siwak dengan jari yaitu dari hadits Anas dan Aisyah dan selain keduanya: ”Dan hadits yang paling shohih tentang siwak dengan jari adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari hadits Ali bin Abi Tolib”.) (Syarhul mumti’ 1/118-119)

Waktu-Waktu Disunnahkannya Bersiwak
Bersiwak disunnahkan disetiap saat, bahkan ketika berpuasa disepanjang harinya, dan menjadi sunnah muakadah pada waktu akan beribadah. Adapun waktu-waktu yang disunnahkan secara muakkad untuk bersiwak diantaranya:
1) Setiap akan Berwudhu. “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR. Bukhori dan Muslim) 2) Setiap akan melakukan shalat. “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. (HR. Bukhori dan Muslim) 3) Setiap Bangun Tidur. “Adalah Rosululloh jika bangun dari malam dia mencuci dan menggosok mulutnya dengan siwak”. (HR. Bukhori) Termasuk tanda kecintaan Nabi Shallallahu ‘aihi wa sallam kepada kebersihan dan ketidak sukaannya terhadap bau tidak enak, tatkala bangun dari tidur malam yang panjang, yang mana saat itu di mungkinkan bau mulut sudah berubah, maka beliau menggosok giginya dengan siwak untuk menghilangkan bau tidak sedap, dan untuk menambah semangat setelah bangun tidur, karena termasuk kelebihan siwak adalah menambah daya ingat dan semangat. 4) Setiap akan Masuk Rumah. Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata: ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosululloh jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (HR. Muslim) 5) Ketika hendak membaca Al Qur’an. Dari Ali ra. berkata : “Rasulullah memerintahkan kami bersiwak. Sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri sholat malaikat mendatanginya kemudian berdiri dibelakangnya mendengar bacaan Al Qur’an dan ia mendekat. Maka ia terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya diatas mulut hamba itu, sehingga tidaklah dia membaca satu ayatpun kecuali berada dirongganya malaikat” (HR. Baihaqy)

Cara Bersiwak
Cara bersiwak tidak ada ikhtilaf antara ulama, bahwa didalam kitab Syama’il Imam Tirmidzi, dalam hadist Rasul saw, bahwa Rasul saw bersiwak dg kayu araak, dan memulainya dari pertengahan, lalu kearah kanan lalu kekiri, demikian diulangi. sebanyak 3 X. Imam Ghazali rahimahullah melengkapi caranya, yaitu meletakkan siwak di jajaran gigi tengah bagian atas, lalu mendorongnya kearah kanan sampai keujungnya, lalu turunkan ke jajaran bawah kanan ujung, lalu mendorongnya kembali ketengah jajaran bawah, lalu kembali naik ke tengah jajaran atas, lalu mendorongnya ke arah kiri sampai ujungnya, lalu turunkan ke jajaran bawah kiri ujung, dan mendorongnya lagi ke tengah di jajaran bawah. Untuk mudahnya, anggaplah anda menulis angka delapan yg rebah. Demikian ini untuk perhitungan 1X. lalu mengulanginya sampai 3X. Inilah cara terbaik. Namun cara apapun juga sudah mendapatkan pahala sunnah. Sulitkah? Jangan lupa, satu kali anda bertasbih kepada Allah dengan diawali siwak, maka dihitung 70X bertasbih. Shalat dengan diawali siwak, akan terhitung 70X shalat. Dua rakaat shalat tahajjud diawali dengan siwak, maka dihitung 140 rakaat tahajjud. Hebat bukan? Maha Suci Sang Maha Dermawan menempatkan curahan kedermawanannya pada segala hal.(Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa)

Siwak Menurut Medis Dari penelitian menunjukkan bahwa kayu siwak (Salvadora persica) mengandung bahan-bahan kimiawi yang bermanfaat untuk menekan aktivitas mikrobial dan menghambat pertumbuhannya. Penelitian daya hambat kayu siwak (Salvadora persica) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang patogen terhadap mulut, dapat menunjukkan kemampuan kayu siwak sebagai salah satu alternatif zat antibakterial yang memang seharusnya dikembangkan sebagai komoditas oral cleaner device (alat pembersih mulut) yang higinis dan efektif dalam mencegah periodontal disease. Penelitian terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan patogen pada saluran pernapasan, kulit dan luka dapat pula menunjukkan bahwa kayu siwak bukan hanya efektif sebagai komponen antibakterial mulut, namun juga efektif sebagai antibakterial yang memiliki spektrum lebih luas. (Penelitian ini dikembangkan oleh Mahasiswa Biologi FMIPA ITS)

Tujuh Puluh Kali Lipat
Keutamaan shalat dengan memakai siwak itu, sebanding dengan 70 kali shalat dengan tidak memakai siwak. (HR. Ahmad)
Bayangkan, di suatu Shubuh Anda keluar menuju masjid. Lalu Anda shalat Shubuh berjama’ah dengan bersiwak terlebih dahulu. Kita tahu bahwa shalat Shubuh berjama’ah pahalanya sama dengan pahala shalat sunnah sepanjang satu malam penuh. Jika didahului dengan bersiwak, maka shalat Shubuh berjama’ah kita akan berpahala seperti pahala shalat sunnah 70 malam penuh. Sedangkan shalat Isya berjama’ah tanpa bersiwak sama pahalanya dengan pahala shalat sunnah setengah malam. Bagaimana pula jika dengan didahului bersiwak? Dan bagaimana dengan shalat-shalat lain yang didahului dengan bersiwak? Tentu kita akan meraih pahala yang sangat besar dengan bersiwak. Jika Anda pergi ke Masjid untuk shalat berjama’ah di zaman ini, mungkin Anda melihat sedikit sekali di antara jama’ah yang bersiwak sebelum shalat. Maka ketika Anda bersiwak sebelum shalat di zaman ini, berarti Anda telah menghidupkan kembali sunnah Rasul SAW. Dan pahalanya itu seperti pahala syuhada. Setidaknya Anda akan mendapat pahala seperti orang-orang yang mengikuti Anda dalam bersiwak, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Kesimpulannya

bersiwak dengan menggunakan akar atau dahan pohon adalah lebih baik dan lebih mengikuti sunnah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam karena memiliki faedah yang banyak dan bisa digunakan setiap saat serta bisa dibawa kemana-mana. Namun anehnya banyak kaum muslimin yang merasa tidak senang jika melihat orang yang bersiwak dengan akar atau dahan pohon, padahal tidak diragukan lagi akan kesunnahannya. Mereka memandang orang yang bersiwak dengan akar kayu dengan pandangan sinis atau pandangan mengejek. Apakah mereka membenci sunnah yang sering dilakukan dan dicintai oleh Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bahkan ketika akhir hayat beliau? Tidak cukup hanya dengan membenci, merekapun memberikan olok-olokan yang tidak layak sampai-sampai mereka mengatakan orang yang bersiwak adalah orang yang jorok.


(Sumber Rujukan: Beberapa Artkikel Online, Syarhul Mumti’ ‘ala zadil mustaqni’ jilid 1, karya Syaikh Muhammad Utsaimin)

Sunday, November 02, 2008

Hukumnya Mengikir Gigi !!

indosiar.com, Bali – Kabupaten Karangasem, di bagian timur Pulau Dewata, Provinsi Bali. Warga Desa Antiga, klan Arya Getas sering melakukan sebuah ritual penting. Mereka melakukan ritual metatah, atau potong gigi bagi kaum mudanya yang sudah akil balig. Ritual metatah ini berlangsung dan bergabung dengan upacara pasca ngaben. Metatah bagi umat Hindu Bali, merupakan kewajiban orang tua terhadap anak mereka yang memasuki usia dewasa. Dengan melakukan metatah, sang anak sudah diakui keberadaannya sebagai pribadi dewasa, dan suaranya pun akan didengar dalam komunitas Banjar.

Memang bagi masyarakat Bali yang notabenenya beragama hindu, ritual metatah merupakan bagian dari adat istiadat yang sudah lama sekali mengakar, bahkan sudah menjadi kebudayaan. Tapi ini akan menjadi menarik, seandainya umat muslim yang melakukan ritual tersebut? Nah..bagaimana islam memandang lebih jauh tentang hal ini.
Mengikir gigi, yaitu merapikan dan memendekkan gigi.
Biasanya dilakukan oleh perempuan. Karena itu Rasulullah melaknat
perempuan-perempuan yang mengerjakan perbuatan ini (tukang kikir) dan minta
supaya dikikir.
Menurut Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Perbuatan ini diharamkan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang mengubah ciptaan Allah”
"Rasulullah s.a.w. Melaknat perempuan yang mentatoo dan minta ditatoo, dan
yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya." (Riwayat Thabarani).

Mengikir gigi merupakan perbuatan yang mengubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, dan hanya membuang-buang waktu yang seharusnya dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi manusia. Perbuatan tersebut juga merupakan penipuan dan penggelapan serta menunjukkan kerdilnya manusia.

Bagaimana jika mengikir/memotong gigi ditujukan untuk keindahan, menurut beliau Diharamkan bagi wanita muslim untuk mengikir gigi-giginya dengan tujuan memperindah diri, dengan cara mendinginkan gigi-giginya dengan pendingin sehingga tampak merenggang jarak antara gigi-giginya supaya kelihatan cantik. Namun apabila terdapat kotoran pada gigi-giginya yang mengharuskannya mengubahnya, dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran tersebut, atau karena terdapat ketidaknyamanan yang mengharuskannya untuk memperbaikinya dengan tujuan untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut, maka perbuatan tersebut tidak mengapa, karena hal itu termasuk dalam berobat dan membuang kotoran, yang hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis.

Lalu bagaimana hukumnya mengikir/memotong gigi untuk pengobatan, menurut beliau Mengubah gigi untuk tujuan memperindahnya dan untuk menampakkan ketajamannya jelas merupakan perbuatan haram. Namun apabila untuk tujuan pengobatan, maka tidak mengapa. Jika tumbuh gigi pada wanita yang menyusahkannya, maka diperbolehkan untuk mencabutnya karena gigi tersebut merusak pemandangan dan menyulitkannya dalam makan, sedangkan membuang aib (kekurangan) diperbolehkan menurut syari’at. Demikian pula apabila terdapat kelainan yang memerlukan pengobatan, maka diperbolehkan.

Dan yang terakhir bagaimana hukumnya meluruskan gigi dan mendekatkan antara gigi-gigi, menurut Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Bila memang diperlukan, misalnya ada kelainan yang harus diperbaiki, maka hukumnya diperbolehkan. Namun apabila tidak diperlukan, maka hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan untuk mengubah gigi dan mengikirnya untuk keindahan, beserta ancaman bagi pelakunya, karena perbuatan tersebut termasuk sia-sia dan mengubah ciptaan Allah.

"Dilaknat perempuan-perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi
cantik, yang mengubah ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Tapi, sekali lagi ketika memang hal itu untuk pengobatan atau untuk membuang kelainan,a tau untuk kebutuhan, misalnya seseorang tidak bisa makan dengan baik kecuali dengan mngubah gigi-giginya, maka hal tersebut diperbolehkan.

Nah..dari gambaran singkat diatas, semoga bisa menambah wawasan kita seputar permasalahan gigi dan mulut. Yah..minimal ini bisa menjadi guide agar kita lebih hati-hati dalam mengambil semua tindakan perawatan.


Friday, October 24, 2008

Pasta Gigi Berdetergen ??

Nah..nyambung dari tulisan saya sebelumnya tentang go green dentistry..Kali ini saya pengen negabahas sedikit tentang topik yang masih nyerempet2 dengan tema green dentistry kemaren.What’s Up Man??
Sabar2..Ntar lagi kita kupas tuntas deh, tapi sebelumnya yuk kita teriak bareng2.Siaaap hayo satu..dua…tiga…Go..Go..Go..Green dentistry??...he..he.. Norak ngga sih??
Ngga apa2 lah yang penting kita udah berpartisipasi untuk mengkampanyekan lingkungan hidup sehat. Mumpung sekarang kampanye masih gratis loh dan ngga ada yang ngelarang2…hihihi..
Oke.oke..let’s start the topic..gini nih.sama2 kita sadari bahwa hampir tiap hari kita selalu gosok gigi yang pasti pake pasta dan sikat giginya. Masalahnya adalah..tau ngga sobat-sobat semua.tenyata pasta gigi yang sering kita gunakan selama ini, mengandung salah satu bahan yang cukup membahayakan buat kesehatan rongga mulut khususnya dan tubuh secara umumnya..Bahan tersebut adalah detergent..Loh koq bisa?? Bisa dong..kenapa juga kalo pas gosok gigi sering ada busanya . Itu karena dalam pasta giginya mengandung bahan detergent berupa sodium lauryl sulfate(SLS) atau cocoamidoprophylbetaine (CAPB). Nah berita buruknya adalah kedua bahan ini bersiko besar dapat menimbulkan penyakit recurrent apthous mouth ulcers (RAU) atau bahasa awamnya sariawan yang sering hilang timbul. Tuh..ngerikan??
Emang kenapa sih perusahaan2 tega tetep make tuh bahan, padahal udah jelas-jelas berbahaya buat kesehatan. Gini.nih sobat..selain sebagai foaming(pembuat busa), bahan ini juga harganya lebih murah disamping itu berfungsi sebagai pemoles dengan cara membasahi gigi dan partikel2 makanan yang tertinggal di gigi dan juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang digunakan juga bervariasi berkisar 1.5 – 5 % dari total berat pasta gigi. Tuh..kan… Tapi efeknya kan bahaya ya??bisa menyebabkan RAU..Nah dari beberapa artikel yang saya baca efek detergen ini membuat lapisan musin (pelumas) dalam mulut kita tidak berfumgsi secara alami sehingga mukosa rongga mulut cepat kering akibatnya membuka lapisan dasar epithelium yang lama kelamaan akan mudah luka jika terkena trauma. Resiko ini akan meningkatkan terjadinya RAU. Belum selesai ampe disitu efek dari detergent ini juga dapat merubah indra pearasa. Bisa dibuktikan jika seseorang mengosok gigi dengan pasta berdetergen kemudian makan atau minum, maka rasanya akan berubah. Meskipun masih sementara .Wow.. ngeri sekalee..
Biar rada ilmiah coba baca penelitian yang pernah dilakukan oleh Bente Brokstad Herlofson dan Barkvoll dari Department of Oral Surgery and Oral Medicine, Dental Faculty, University of Oslo, Oslo, Norwegia terhadap 30 orang naracoba adalah membandingkan efek pengunaan pasta gigi dengan detergen dan bebas deterjen terhadap timbulnya RAU. Singkat cerita hasilnya adalah bahwa pasien yang menggunnakan pasta gigi berdetergen lebih sering terkena RAU dibandingkan denga pasien yang bebas detergen. Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Chachine bahwa berkurangnya angka dari kemunculan RAU secara statistik diobservasi selam dua bulan terhadap mereka yang mengunakan pasta gigi yang bebas SLS.
Kesimpulanya adaklah yuk mari kita mulai beralih ke pasta gigi yang bebas detergen. Meskipun harganya agak lebih mahal tapi demi kesehatan yang lebih baik kehidupan yang lebih panjang maka ngga perlu sungkan dan ragu untuk menebus semua itu (halah..). Mulai dari sekarang “No Way pasta gigi berdetergen !!” Emang kita ini cucian dibersihin pake detergen segala.ha.ha.

Saturday, October 18, 2008

Go Green Dentistry !!!

Maraknya dampak dari global warming, mendorong banyak orang untuk semakin peduli akan lingkungan sekitar. Termasuk kita, selaku tenaga-tenaga kesehatan gigi dan mulut. Entahkan dokter gigi, perawat maupun tekniker gigi harus senantiasa “aware” bahwa apapun yang kita lakukan dalam praktek harus mengacu pada kondisi yang aman dan ramah lingkungan. Istilah ini sekarang dikenal dengan Green Dentistry. Yaitu pendekatan yang menggabungkan praktik dokter gigi dengan pemeliharaan lingkungan.
Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam praktek dokter gigi banyak menggunakan bahan-bahan toksik. Sebut saja limbah merkuri dalam tambalan amalgam, alat-alat tajam (jarum suntik, pisau bedah), darah, masker, sarung tangan, alat-alat pemanas, obat-obat pulpa, sinar halogen, cairan sinar x dan lead fosil serta cairan pembersih atau disenfektan. Semua limbah tersebut jika tidak dikelola dengan baik, dapat mencemari lingkungan sekitar akibatnya berpotensi besar menggangu kesehatan manusia pada umumnya. Menurut Prof. Siti Mardewi SA, dalam acara talk show yang diselenggarakan PDGI dan Oral B di Jakarta baru-baru ini bahwa sebaiknya dokter gigi mulai beralih ke bahan-bahan nontoksik guna menciptakan praktek yang ramah lingkungan. Dokter gigi diharapkan mempunyai tanggungjawab dalam memelihara atau melindungi lingkungan tempat praktiknya, mulai dari perlindungan kepada pasien, klinik dan alam sekitar sebagai sumbangan kepada sistem lingkungan hidup sehat”.
Di Amerika sendiri green dentistry bukanlah hal yang baru. Hampir 75 % praktek dokter gigi disana sudah menerapkan konsep ini. Wajar saja, sejak dini saat menjadi mahasiswa kedokteran gigi pengetahuan tentang limbah-limbah yang membahayakan dalam konsep “ Green Dental Office” sudah banyak mereka dapatkan sehingga ketika mereka lulus bisa langsung menerapkannya.
Konsep green dentistry sebenernya cukup sedehana . Seperti yang pernah dilakukan oleh Dokter Namrata Patel di San Francisco Amrik. Dalam mewujudkan konsep ini ia selalu mencoba mengunakan bahan dan peralatan yang aman serta disain ruangan parktek yang ergonomis dan serba hijau sehinga tampak lebih fresh dan nyaman dipandang mata.
Hal lain yang diterapkan Patel adalah dengan selalu menjaga kebersihan air dan sistem penyaringan, sterilisasi dengan uap panas, penggunaan peranti hemat energi, mengurangi limbah dan mencegah polusi serta menganti sinar X tradisional dengan sistem digital yang tingkat radiasinya 75-90% lebih rendah. Yang unik lagi, Dokter Patel mencetak semua kartu nama dan pamfletnya dengan tinta yang terbuat dari kedelai. “Memang terlihat sedikit lebih mahal tapi kita semua perlu berinvestasi untuk masa depan yang lebih “hijau” buat semua orang“ Ujarnya dan “Saya ingin menerapkan pola hidup “hijau” tak hanya dalam pekerjaan, juga interior kantor tempat saya bekerja” tambahnya lagi.. Luar biasa!! Bagi mana dengan kita??

Tuesday, October 14, 2008

Musik dan Pasien Yang Dirawat Gigi

Dua bulan yang lalu saya pernah merawat pasien endodontik(perawatan saluran akar). Pasien ini dari luar terlihat normal2 saja, tidak ada gangguan sedikitpun. Namun sebuah kebingunan muncul. Pada saat kunjungan pertama, ketika setiap kali ingin dibor dia selalu merasa ketakutan. Belum juga bor mengenai gigi, rasa cemasnya begitu luar biasa. Apalagi setelah dibor yang ada dia teriak-teriak. Hal ini jujur agak menyulitkan dalam perawatan. Sehingga pada kunjungan pertama tidak banyak yang bisa dilakukan hanya sekedar anamnesis dan pemeriksaan klinis saja. Saya sempat bertanya “Apakah punya pengalaman yang tidak menyenangkan dalam perawatan gigi sebelumnya?”. Dia bilang “tidak ada”. Tapi memang ini pertama kalinya, dia datang lagi ke dokter gigi setelah belasan tahun lalu sejak ia duduk di bangku SD. Dia bilang memang agak sedikit takut kalo mendengar suara bor sehingga bawaanya terasa ngilu semua.
Pada kunjungan kedua, seminggu kemudian saat ingin dirawat tiba2 dia mengeluarkan MP3 player dan langsung mendengarkannya. Awalnya saya anggap itu hal biasa, karena itung2 biar dia ngga bosen saat dirawat. Maklum karena memamg perawatannya agak lama. Dan ternayata hasilnya luar biasa.. Saat bor menyentuh gigi, sikapnya dingin sesekali. “ No Reaction “.. saya sih merasa senang aja..karena pekerjaan cepat selesai. Akhirnya setelah sekitar 1 jam perawatan selesai juga. Saya tanya “gimana tadi ketika dirawat apakah ada rasa sakit yang amat sangat? Jawabanya “Ngga tuh..terasa sih iya, cuman ngga sakit..biasa aja..” Wah..luar biasa..
Nah..sobat2 semua yang ingin saya bagi di topik kali ini adalah.. Seberapa besar pengaruh musik terhadap tingkat kecemasan pasien. Baik saat dibor maupun di cabut. Nah..untuk lebih jelasnya silahkan temen2 baca salah satu artikel dari Eric Priyo Prasetyo Mahasiswa PPDGS Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Dia kupas semuanya dengan bahasan yang ilmiah. Semoga artikel ini bisa sedikit ngejawab kenapa semua itu bisa terjadi. Guud Luck!!

Saturday, October 04, 2008

Gaji Dokter PTT Naik Awal 2009

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah berencana menaikkan gaji dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada awal tahun 2009. Kenaikan itu akan berlaku bagi semau dokter PTT baik di tempat biasa, di daerah terpencil dan daerah sangat terpencil.
"Akhir tahun ini, atau awal tahun depan, sudah bisa direalisasikan. Tapi besaran kenaikan sekarang masih didiskusikan," kata Kepala Biro Kepegawaian Departemen Kesehatan drg. Mustikowati pada acara pelepasan keberangkatan dokter PTT di Jakarta, Senin, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari ratusan dokter dan dokter PTT yang hadir.
Ia menjelaskan, dalam hal ini pihaknya baru mengajukan usul agar setiap bulan gaji dokter PTT di tempat biasa yang semula Rp1.380.000 naik menjadi Rp1,9 juta, dokter PTT di daerah terpencil yang semula Rp1.782.000 menjadi Rp2,3 juta dan dokter PTT di daerah sangat terpencil yang semula Rp2.012.500 menjadi Rp2,5 juta.

Selama ini hanya dokter PTT di daerah sangat terpencil yang dapat insentif Rp5 juta per bulan. Insentif direncanakan juga akan diberikan ke dokter PTT di daerah terpencil sebesar Rp3 juta per bulan, tapi ini belum disetujui Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Lebih lanjut dia menjelaskan pula bahwa pemerintah juga berusaha memastikan supaya setiap dokter/dokter gigi PTT yang bertugas di daerah terpencil dan sangat terpencil mendapatkan gaji secara tepat waktu, tidak lagi terlambat seperti yang pernah terjadi.

Pemerintah, katanya, sekarang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk mengirimkan gaji para dokter dan dokter PTT yang bertugas di daerah terpencil dan sangat terpencil, tidak lagi mengirimkannya melalui Dinas Kesehatan daerah. "Dan untuk dokter yang akan diberangkatkan besok, gajinya selama tiga bulan sudah kami kirimkan ke kantor-kantor cabang PT Pos Indonesia di daerah supaya bisa diberikan tepat waktu," kata Mustikowati.
Ia menjelaskan, dokter dan dokter gigi PTT bisa mengambil gajinya di kantor cabang PT Pos Indonesia yang ada di setiap kecamatan dengan membawa Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten. "Kalau sampai ada masalah, bisa kirim `sms` ke saya langsung. Sebutkan nama, tugas dimana dan masalahnya apa. Saya bantu dari sini," kata Menteri Kesehatan Siti Fadila h yang sebelumnya sudah mengumumkan nomor telepon genggamnya kepada dokter PTT yang hadir pada acara pelepasan tersebut. (*) COPYRIGHT © 2008

Tuesday, September 02, 2008

CROSS BITE YANG MENYEBABKAN GANGGUAN ARTIKULASI

Crossbite adalah gigitan dimana ujung insisal gigi insisif rahang atas bertemu dengan bagian lingual gigi insisif rahang bawah. Crossbite bisa terjadi baik di anterior maupun posterior. Selain itu juga bisa terjadi unilateral dan bilateral.Disini yang kita bicarakan tentang crossbite anterior, dengan memiliki overjet negatif yang menyebabkan adanya gangguan artikulasi.


Etiologi cross bite:
1. Celah langit-langit
2. Kebiasaan buruk (contoh: menggigit bibir)
3. Kongenital (contoh: akromegali)

Keluhan pasien:
1. Profil wajah pasien
a. cekung
b. bibir bawah lebih protrusif daripada bibir atas
2. Psikologi
a. Merasa rendah diri karena sering diejek oleh teman-temannya sebab tidak bisa mengucapkan huruf s, z, ch, j, sh dan zh dengan baik.
b. Profil wajah yang kurang baik

Artikulasi secara harfiah berarti bersatu bersama-sama. Sehingga dalam menghasilkan suatu bicara berhubungan erat dengan struktur anatomi yang diperlukan untuk menghasilkan suara dan otot-otot yang menggerakannya. Gangguan artikulasi (disartria) dapat terjadi karena organ-organ artikulasi mengalami kerusakan / cacat / mengalami gangguan perkembangannya. Selain disebabkan oleh faktor neurologi, dapat juga disebabkan oleh faktor non neurologi(mekanik) seperti adanya celah langit-langit, celah bibir atau kehilangan susunan gigi yang normal.

Pembentukan suara dan ucapan bicara:
1. Vokal
2. Konsonan
a. S
- Merupakan suara yang timbul karena dibentuk oleh langit-langit dan lidah disertai suara desis
- Suara s, th dan sh mempunyai hubungan yang sangat dekat.Dalam hal ini ujung lidah sangat berperan dalam membedakan ketiga suara tersebut.
b. Z
- Merupakan suara yang timbul karena dibentuk oleh langit-langit dan lidah disertai suara desis
c. CH
- Dibentuk saat ujung lidah berkontak dengan rugae palatina
d. J
- Merupakan konsonan linguopalatal dan alveolopalatal yang disebabkan hubungan gigi anterior atas dan bawah yang saling mendekati tetapi tidak bersentuhan, kemudian lidah terlepas dari bagian anterior dan langit-langit
e. SH
- Merupakan suara yang timbul karena dibentuk oleh langit-langit dan lidah disertai suara desis
f. ZH
- Merupakan suara yang timbul karena dibentuk oleh langit-langit dan lidah disertai suara desis
g. M
- Konsonan yang terbentuk karena bibir atas dan bibir bawah berkontak secara pasif ke tempat tekanan
h. T
- Konsonan ini dibentuk oleh singgungan antara ujung lidah dengan bagian anterior langit-langit / sisi apikal alveolar gigi anterior rahang atas.

Perawatan crossbite:
1. Dental dengan menggunakan alat ortodonti cekat atau lepasan
2. Dentoskeletal dengan menggunakan alat extra oral dan intra oral ataupun dengan pembedahan
3. Skeletal dengan menggunakan alat extra oral dan pembedahan